Ahok di Mata Addie MS: Tuli Nada tapi Beli Tiket Orkestra

Puput Tripeni Juniman , CNN Indonesia | Jumat, 13/10/2017 09:05 WIB
Ahok di Mata Addie MS: Tuli Nada tapi Beli Tiket Orkestra Addie MS mengenang Ahok sebagai sosok yang tuli nada. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- “Waduh, maaf saya tone deaf nih, enggak ngerti musik.”

Tone deaf atau tuli nada adalah masalah mempersepsikan nada di otak seseorang, sehingga orang itu kesulitan memproses musik. Ini juga dikenal sebagai music processing disorder.

Itu dijadikan alasan Ahok saat Addie MS mengundangnya datang ke konser musik 'Simfoni Negeriku' bersama Twilite Orchestra. Saat itu sang pemilik nama Basuki Tjahaja Purnama masih Gubernur DKI Jakarta. Sebuah kehormatan bagi Addie jika Ahok datang ke konsernya.


Maka ia pun lanjut merayu.

“Ya paling enggak dukung saya lah, Pak. Saya dukung bapak, bapak dukung saya dong,” cerita Addie saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, menirukan rayuannya Agustus tahun lalu. Suami Memes itu sebenarnya hanya bercanda menggoda. Tak disangka, Ahok menurutinya.

Tak sendirian, Ahok yang mengaku tuli nada itu membawa serta istri dan anaknya.

Bukan hanya itu yang membuat Addie kagum. Meski datang berombongan, Ahok tak seperti pejabat lain yang berstatus undangan. Ia justru enggan kalau diberi tiket gratisan. Addie sebenarnya sudah menyiapkan beberapa tiket untuk Ahok, namun ditolak.


“Dari zaman kami [Twilite Orchestra] berdiri 26 tahun, saya selalu sisihkan beberapa undangan untuk gubernur dan pejabat. Tapi ternyata baru kali ini [ada] yang menolak undangan saya,” ucap Addie. Sudah diberi tiket, Ahok bersikeras membayar.

“Susah saya meyakinkan Pak Ahok bahwa saya enggak minta duit dari dia. Tapi, akhirnya terpaksa saya kasih tahu harganya dan berikan nomor rekening,” tutur Addie melanjutkan.

Satu tiket, kata ayah dari Kevin Aprilio itu, harganya Rp1,5 juta. Ahok memborong lima tiket untuk dirinya dan keluarga. Menurutnya, itu salah satu cara mengapresiasi musisi.

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tak keberatan membeli sendiri tiket konser orkestra Addie MS untuk dirinya dan keluarga.Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tak keberatan membeli sendiri tiket konser orkestra Addie MS untuk dirinya dan keluarga. (CNN Indonesia/Pool/Isra Triansyah)
“Ya kan saya pejabat. Saya harus ikut mendukung warga saya untuk mengapresiasi karyanya. Bagaimana cara mengapresiasi? Selain datang, saya bayar. Kan you enggak gratis kan, bayar musisi, ada duitnya kan, bayar tempat segala macam,” kilah Ahok, yang ditirukan Addie.

Ucapan itu membekas di benaknya. Sejak kabar itu ramai diperbincangkan, lanjut Addie, banyak pejabat yang meniru. Mereka enggan menerima undangan dan memilih membayar tiket.

Ahok boleh tuli nada, tapi ia tetap menghargai musisi. Apalagi ia dikelilingi orang yang mencintai dan pandai memainkan alat musik. Istrinya, Veronica Tan misalnya, lihai bermain cello. Ia bahkan pernah diajak Addie untuk ikut main bersama Twilite Orchestra.

Ya kan saya pejabat. Saya harus ikut mendukung warga saya untuk mengapresiasi karyanya. Bagaimana cara mengapresiasi? Selain datang, saya bayar.Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok
Setelah sekali bermain, Addie seperti ketagihan. Vero diajaknya bergabung mengisi Konser Kemerdekaan yang dilangsungkan Agustus lalu. Semua tercengang mendengar permainannya.

Addie memang bisa dibilang dekat dengan keluarga Ahok. Sampai sang mantan Bupati Belitung Timur itu dipenjara karena tuduhan penistaan agama pun, Addie masih berhubungan baik.

Meski fisiknya dipenjara, kenangan tentang Ahok tetap melekat di memori Addie. Tak peduli era kepemimpinannya sebagai gubernur telah berakhir. Ahok mengundurkan diri sejak Mei lalu, setelah divonis pidana dua tahun penjara. Gubernur dan wakil gubernur baru hasil Pilkada DKI Jakarta tahun ini pun akan dilantik, Senin (16/10) mendatang.

Addie berharap pada pasangan pemenang Pilkada DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno itu, “Semoga benchmark yang sudah dibuat oleh gubernur sebelumnya bisa dipertahankan atau bahkan melebihi demi kesejahteraan masyarakat.”