Tak ayal, raihan nominasi film yang dibintangi Adipati Dolken dan Putri Marino itu memicu polemik di industri perfilman Indonesia. Posesif dianggap tidak memenuhi syarat sebagai nomine FFI 2017 lantaran belum resmi beredar.
Belum lagi, saat tanggal nominasi FFI 2017 diumumkan, Kamis (5/10), film itu sebenarnya belum memiliki Surat Tanda Lulus Sensor (STLS). Ia pun dianggap ilegal. Dari laman resmi Lembaga Sensor Film (LSF) memang film itu baru mendapat STLS pada 6 Oktober.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Produser Posesif Meiske Taurisia pun angkat bicara soal polemik yang terjadi. Ia menegaskan, filmnya sudah memenuhi persyaratan dan bisa mengikuti proses seleksi FFI 2017.
"Kami sudah dinyatakan memenuhi kualifikasi FFI dan semua asosiasi profesi perfilman berhak memberikan rekomendasi untuk film ini," kata Meiske saat penayangan film Posesif untuk media di Jakarta, Kamis (12/10).
[Gambas:Youtube]
Panitia FFI menyatakan penayangan itu sudah terhitung sebagai penayangan publik.
"Kami hanya memberikan batasan waktu kepada film yang sudah di putar di Indonesia, baik itu di bioskop, festival film, atau pemutaran secara khusus antara tanggal 1 Oktober 2016 sampai 30 September 2017," kata ketua dewan juri FFI Riri Riza pada malam pengumuman nominasi FFI, Kamis (5/10).
Sebelumnya pun sudah ada beberapa film yang belum tayang di bioskop komersial tapi masuk nominasi FFI, bahkan keluar sebagai pemenang. Siti misalnya, baru masuk festival-festival dunia tapi belum tayang di bioskop Indonesia saat memenangi Film Terbaik FFI 2015.
Lihat juga:Daftar Lengkap Nominasi Piala Citra FFI 2017 |
Meiske menampik anggapan bahwa dirinya sengaja menayangkan Posesif di bioskop mikro sebelum film itu lulus sensor, demi mengejar masuk FFI. Dia mengaku sudah merencanakan penayangan itu dari jauh-jauh hari karena terbiasa memasarkan film indi.
"Saya inisiator kolektif yang membantu distribusi film indonesia di komunitas film. Sudah lima tahun lalu, jadi ini sudah direncanakan," tutur Meiske.
Soal STLS, Meiske berpendapat bahwa itu merupakan administrasi yang baru keluar belakangan. Meiske menyatakan Posesif sudah lulus sensor sejak awal September lalu.
Kru film Posesif. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman) |
Meiske mengibaratkan hal ini sama dengan mahasiswa yang sudah dinyatakan lulus, namun belum menerima ijazah. "Kalau sudah lulus pasti sudah mulai melamar kerja kan, ya walaupun belum ada ijazahnya," ujar Meiske.
Posesif merupakan film yang bergenre drama menegangkan atau romance suspense. Film yang disutradari Edwin ini berkisah tentang kisah cinta remaja yang pelik karena posesif.
Film ini berhasil menjadi nomine di 10 kategori dari 18 kategori untuk film panjang termasuk film terbaik.
Dua bintang utama yakni Adipati Dolken dan Putri Mirano serta dua pemeran pembantu yakni Yayu Unru dan Cut Mini juga diunggulkan untuk meraih Piala Citra tahun ini.
Edwin sendiri sebelumnya dikenal punya banyak film kelas festival, seperti Postcards from the Zoo, Babi Buta yang Ingin Terbang, dan The Fox Exploits the Tiger's Might. (rsa)
Kru film Posesif. (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)