Curhat Emosional Taylor Swift di Pembukaan 'Reputation'

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Sabtu, 11/11/2017 09:07 WIB
Taylor Swift curhat soal beban yang ia rasakan menjadi sorotan publik dalam surat pembuka album 'Reputation'. Taylor Swift curhat soal beban yang ia rasakan menjadi sorotan publik dalam surat pembuka album 'Reputation'. (Neilson Barnard/Getty Images for Tommy Hilfiger/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Album terbaru Taylor Swift, Reputation, baru saja rilis pada Jumat (10/11). Bagi mereka yang sudah menerima album tersebut secara fisik, akan menerima surat emosional dari Swift berisi curhatan tentang pengalamannnya menjadi bahan omongan orang lain.

Curhatan tersebut merupakan sekapur sirih dari Swift akan album keenamnya tersebut. Dalam pembukaannya tersebut, Swift berbagi pengalaman tentang pentingnya mengetahui orang bukan hanya dari satu sisi saja.

“Kita pikir kita tau akan seseorang, namun kenyataannya yang kita tahu adalah versi yang telah mereka pilih untuk ditunjukkan kepada kita,” kata Swift membuka sekapur sirihnya.



Menurut Swift, sosok yang dikenal oleh pihak tertentu akan berbeda dengan yang dipahami pihak lainnya. Dan bayaknya rumor dan berita yang beredar akan mempengaruhi penilaian juga citra yang terbentuk akan orang tersebut.

“Kita mungkin mendengar rumor akan seseorang dan percaya hal itu bisa jadi benar. Kita mungkin suatu kali bertemu dengan orang itu dan merasa bodoh mempercayai gosip tersebut,” lanjut Swift.

Swift juga berpendapat, kemajuan teknologi memungkinkan semua hal dalam hidup terdokumentasi dengan baik. Namun, di satu sisi, citra dan reputasi yang ada dapat menjadi bumerang.

[Gambas:Youtube]

Dalam surat tersebut, Swift juga mengisahkan harapan akan menemukan sosok yang dapat memahami kisah hidup dia secara utuh.

“Pada intinya, di luar kebutuhan kita untuk menyederhanakan dan menggeneralisasi secara mutlak setiap orang dan apa pun dalam hidup ini, manusia secara nilai mustahil disederhanakan,” kata Swift.

“Kita tidak pernah ‘hanya’ baik atau ‘hanya’ buruk. Kita adalah mosaik dari kebaikan dan keburukan diri sendiri,” lanjut Swift.



Swift pun mengisahkan pengalamannya menjadi sorotan sejak usia yang amat muda. Kala itu, Swift masih berusia belasan tahun ketika ditemukan oleh Scott Borchetta, eksekutif DreamWorks Records yang tengah menggarap label miliknya sendiri, Big Machine Records.

“Saya telah menjadi sorotan publik sejak usia 15 tahun. Sisi baiknya, saya amat beruntung menjadikan musik sebagai hidup saya dan [dapat] melihat kerumunan penuh cinta, dan bersemangat,” kata Swift.

“Di sisi lain, kesalahan saya telah digunakan untuk melawan saya sendiri, patah hati yang saya rasakan telah digunakan sebagai hiburan, dan karya saya dibuat remeh dengan [cara] dibesar-besarkan,” lanjutnya.

[Gambas:Youtube]

Swift mengaku sadar, ketika album Reputation rilis, maka berbagai media gosip akan mengekspos keterkaitan lagu tersebut dengan para lelaki yang pernah ada dalam kehidupannya.

Untuk menangani hal itu, Swift menyebut ia telah menyiapkan serangkaian foto dan bukti untuk membantah berbagai teori dan gosip yang ada tentang dirinya.


Ia pun mengulangi pernyataan awalnya di akhir surat pembuka Reputation tersebut. Dan, Swift menutup dengan beberapa kalimat penegas makna album tersebut.

There will be no further explanation. There will just be reputation,” tutup Swift. (end)