FOTO: Berdesak demi Berkat 'Black Nazarene'

AFP, Reuters, CNN Indonesia | Rabu, 10/01/2018 09:53 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Setiap 9 Januari, jutaan umat Katolik di Manila, Filipina, berdesak untuk menyentuh 'Black Nazarene', patung Yesus berkulit gelap yang membawa salib hitam.

Setiap 9 Januari, jutaan umat Katolik di Manila, Filipina, berdesak untuk menyentuh 'Black Nazarene', patung Yesus berkulit gelap yang membawa salib hitam. (AFP PHOTO / TED ALJIBE)
Jutaan umat Katolik ini bukan hanya datang dari Manila, namun juga seluruh penjuru Filipina. Patung Black Nazarene yang menggambarkan Yesus tengah memapah salib hitam diyakini banyak mendatangkan keajaiban dan keberkahan. (AFP PHOTO / NOEL CELIS)
Dalam Festival Black Nazarene, patung yang bersemayam dalam sebuah lokasi di kawasan kuno Intramuros Manila, dipindahkan dengan arak-arakan ke Gereja Quiapo. Tradisi ini kerap dilakukan oleh penganut Katolik sebagai ungkapan penghormatan pada relik suci. (AFP PHOTO / Ted ALJIBE)
Patung Black Nazarene diketahui berasal dari Meksiko dan dibuat pada abad ke-16 Masehi dan dipindah ke Filipina pada 1606. Dibuat dari kayu gelap dan berukuran manusia dewasa. (AFP PHOTO / Ted ALJIBE)
Patung Yesus yang memapah kayu salib tersebut telah diakui sebagai relik suci oleh Vatican pada 1605 oleh Paus Innocent X. Atas pengakuan tersebut, banyak umat Katolik meyakini patung tersebut membawa keberkahan dan keselamatan. (AFP PHOTO / TED ALJIBE)
Seperti Rolio Damiucon, 72, yang mengakui Tuhan membantu dia dalam segala masalah sejak mengikuti perayaan Black Nazarene 16 tahun lalu. Sekitar 80 persen dari 100 juta penduduk Filipina adalah Katolik, dan jajahan Spanyol ini dikenal memiliki festival keagamaan yang penuh warna. (REUTERS/Erik De Castro)
Menurut salah satu peserta parade Black Nazarene, Jimray Bacomage, 37, ia mengakui kedatangannya ke festival tersebut adalah sebagai bentuk syukur dan menyebut patung Yesus tersebut pernah menyembuhkan patah tulang yang ia derita. (REUTERS/Erik De Castro)
Dalam perayaan Black Nazarene, patung Yesus tersebut dipindahkan dengan cara ditempatkan di atas sebuah kendaraan dan ditarik tali juga didorong dari belakang. Para jemaah pun berlomba menyentuh setiap bagian dari kendaraan Black Nazarene. (REUTERS/Erik De Castro)
Tak jarang, terjadi adu dorong dan desak-desakan antar jemaat yang ingin menyentuh bagian parade Black Nazarene. Sekitar empat ribu polisi, tentara, dan petugas medis dikerahkan untuk menjaga dan mengawasi parade ini. (AFP PHOTO / TED ALJIBE)
Meski berdesakan, semua rela dilakukan demi menunjukkan pelayanan dan pengabdian atas nama keimanan. (REUTERS/Romeo Ranoco)
Lantaran selalu mengundang jutaan orang, sejumlah negara Barat memberikan peringatan peluang terjadinya teror dalam prosesi tersebut. Akses komunikasi pun diputus. AFP PHOTO / TED ALJIBE
Tak jarang, festival ini memakan korban. Pada festival yang dilakukan pada 2016 lalu, dua orang tewas dan lebih dari 1.200 orang mengalami luka-luka saat menjalani ritual ini. (REUTERS/Romeo Ranoco)