Batalkan Tur Konser, Mariah Carey Dituntut Ganti Rugi Rp40 M

Resty Armenia, CNN Indonesia | Jumat, 19/01/2018 09:46 WIB
Batalkan Tur Konser, Mariah Carey Dituntut Ganti Rugi Rp40 M Mariah Carey tengah terlilit dalam masalah hukum dengan promotor Amerika Selatan karena membatalkan tur konser. (Ethan Miller/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mariah Carey tengah terlilit dalam masalah hukum dengan promotor Amerika Selatan karena membatalkan tur konser.

Pada Oktober 2016 lalu, Carey menggunakan Twitter untuk meminta maaf kepada penggemarnya di Amerika Latin karena membatalkan konser di sana. Ia lantas menyalahkan pihak promotor atas kejadian itu.

“Hancur karena pertunjukan saya di Chile, Argentina dan Brasil harus dibatalkan. Penggemar saya pantas mendapatkan yang lebih baik daripada bagaimana promotor-promotor ini memperlakukan mereka,” tulis Carey kala itu.


Pelantun hit When You Believe ini kemudian menuntun pihak promotor dan mengklaim bahwa mereka gagal membayarnya secara penuh dan merusak citranya karena pembatalan tur konser ini.



Sebagai jawaban, pihak promoter atas nama Fenix ini dilaporkan menuntut balik Carey. Berdasarkan dokumen pengadilan yang didapatkan The Blast, Fenix menuduh Carey mangkir dari pertunjukannya di Argentina dan Chile tanpa pemberitahuan dan alasan. Mereka meminta setidaknya US$500 ribu (sekitar Rp6,7 miliar) atas kerugian yang dialami di setiap pertunjukan.


Lebih jauh, melansir AceShowbiz, TMZ melaporkan bahwa Carey telah dibayar hampir 75 persen dari kontrak yang disepakati kedua belah pihak, yakni sebesar US$703.100 (sekitar Rp9,4 miliar). Fenix menganggap itu sebagai praktik standar setiap keduanya bekerja sama sebelumnya. Karenanya, pernyataan Carey sebelumnya dianggap salah dan bersifat fitnah.

Secara total, Feniz meminta Carey setidaknya US$3 juta (sekitar Rp40 miliar) untuk penggantian biaya yang telah dibayarkan kepada sang diva dan “citra sang promotor yang tidak bisa diperbaiki di mata penggemar konser dan artis lain.”

Kasus ini masih berlanjut hingga kini dan perwakilan Carey belum mau angkat bicara terkait tuntutan ini.

(res)