'The Shape of Water' Dituntut atas Plagiarisme

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Jumat, 23/02/2018 08:03 WIB
'The Shape of Water' Dituntut atas Plagiarisme Guillermo del Toro sutradara The Shape of Water ikut dituntut karena dianggap menjiplak. (Matt Winkelmeyer/Getty Images for Palm Springs International Film Festival /AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- The Shape of Water menjadi salah satu film unggulan di Oscar tahun ini. Mereka juga menang besar di Golden Globes serta beberapa ajang penghargaan film lainnya.

Namun kini film itu tersandung masalah hak cipta. Film yang dibintangi Sally Hawkins itu mendapat tudingan plagiarisme pada Rabu (23/2). Alur ceritanya disebut mirip dengan sebuah teater yang pernah dipentaskan di panggung Amerika pada 1969 silam.

Teater itu sendiri dibintangi Paul Zindel, pemain panggung yang juga penulis.



Seperti diberitakan Reuters, tudingan terhadap The Shape of Water telah diajukan ke pengadilan federal di Los Angeles. Tuntutan ditujukan kepada sutradara Guillermo del Toro, produser Daniel Kraus dan studio film Fox Searchlight yang memproduksinya.

Mereka disebut "dengan tidak tahu malu menyalin cerita, elemen, karakter-karakter, serta tema" dari teater berjudul Let Me Hear You Whisper.

David Zindel, putra Paul Zindel yang mengajukan tuntutan itu. Ia menunjukkan lebih dari 60 kemiripan teater yang dibintangi sang ayah dengan film tentang wanita yang jatuh cinta pada makhluk air misterius itu.

[Gambas:Youtube]

Salah satu kesamaannya, pemeran utamanya adalah sama-sama perempuan petugas kebersihan yang bekerja untuk sebuah laboratorium ilmiah selama Perang Dingin. Mereka lalu jatuh cinta pada makhluk air yang tengah diteliti, dan ingin membebaskannya.

Dalam Let Me Hear You Whisper, makhluk itu sendiri berbentuk lumba-lumba. Sementara di The Shape of Water, seperti diketahui, bentuknya separuh manusia dan separuh makhluk air.

"Meski terdapat kesamaan yang mencolok antara teater dan filmnya, tergugat tidak pernah repot-repot berusaha mencari atau mendapatkan lisensi," demikian tertulis dalam gugatan.


Zindel pun tidak disebut dalam kredit film The Shape of Water.

Fox Searchlight sudah menanggapi tudingan itu, yang menurut mereka tidak berdasar dan tidak berguna. Studio itu jelas-jelas menolak adanya plagiarisme The Shape of Water.

Del Toro, mengutip Reuters, sebenarnya sangat mungkin mengenali teater Zindel.

Teater sang pemenang Pulitzer tak hanya dimainkan pada 1969, tetapi juga diulang pada 1990. Sementara Zindel sendiri, yang terkenal dengan The Effect of Gamma Rays on Man-in-the-Moon Marigolds yang membuatnya memenangi Pulitzer, telah meninggal pada 2003 lalu.


Namun Del Toro sudah membantah bahwa dirinya menjiplak teater itu.

"Saya tidak pernah membaca atau menonton teaternya. Saya tidak pernah dengar tentang teater ini sebelum membuat The Shape of Water, dan tidak ada satu pun dari orang-orang yang bekerja sama dengan saya pernah menyinggung tentangnya," ujarnya kepada Deadline.

The Shape of Water meraih 13 nominasi Oscar yang pemenangnya akan diumumkan pada 4 Maret mendatang. Nominasi itu termasuk Film Terbaik dan Sutradara Terbaik.

Belum tahu bagaimana tudingan plagiarisme itu akan memengaruhi Oscar. Yang jelas, gugatan diajukan sehari setelah balot dibagikan kepada sekitar 8.000 anggota Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) yang menentukan pemenang Academy Awards 2018. (rsa)