'The Shape of Water' Film Terbaik Oscar 2018

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Senin, 05/03/2018 12:06 WIB
'The Shape of Water' Film Terbaik Oscar 2018 The Shape of Water naik ke atas panggung untuk mengambil piala Film Terbaik Oscar 2018. (Kevin Winter/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- The Shape of Water bukan hanya menjadi film dengan nominasi terbanyak di Academy Awards ke-90 atau Oscar 2018. Garapan sutradara Guillermo del Toro itu juga memenangi Film Terbaik tahun ini. Ia bahkan menjadi film yang mendapat Piala Oscar terbanyak tahun ini.

Film itu mengalahkan nomine lain yang tak kalah tangguh untuk menjadi Film Terbaik, yakni Call Me By Your Name, Darkest Hour, Dunkirk, Get Out, Lady Bird, Phantom Thread, The Post, dan Three Billboards Outside Ebbing, Missouri.

Pemenang Film Terbaik dibacakan 'pengacau' Oscar tahun lalu, Warren Beatty dan Faye Dunaway. Sesampainya di panggung, Del Toro sampai harus mengecek ulang amplop yang menyebutkan bahwa The Shape of Water memenangi Film Terbaik.



Pasalnya, tahun lalu 'Bonnie and Clyde' Beatty dan Dunaway salah menyebut pemenang Film Terbaik Oscar. Amplop yang mereka bacakan La La Land, padahal pemenangnya Moonlight.

Saat akhirnya menyadari filmnya memang menang, Del Toro dalam pidatonya mengenang 'bisikan' sutradara kawakan Steven Spielberg kepadanya. "Ketika kau merasakan di atas panggung, banggalah akan itu," katanya. Ia pun mempersembahkan pialanya untuk para sineas.

Apalagi ia tadinya hanya seorang anak pencinta film yang berasal dari Meksiko.


"Ini pintu kalian, tendanglah sampai terbuka dan masuklah," ujarnya menutup pidato kemenangan itu dengan apik. Ia bukan sutradara Meksiko pertama yang berpidato begitu menyentuh. Sebelumnya, Alejandro Inarritu juga pernah menyabet Film Terbaik dan mempersembahkan pialanya untuk para pembuat film agar mereka tak putus bermimpi.

The Shape Of Water bercerita tentang seorang janitor bernama Elisa (Sally Hawkins) di laboratorium milik pemerintah. Ia menemukan makhluk laut yang tengah diteliti. Elisa lantas jatuh cinta pada makhluk itu dan berusaha membebaskannya.

Selain menjadi Film Terbaik, The Shape of Water juga membawa pulang Piala Oscar untuk Sutradara Terbaik, Scoring Musik Orisinal Terbaik, dan Desain Produksi Terbaik.


Oscar diselenggarakan Minggu (4/3) malam di Dolby Theatre, Los Angeles. Pengumuman Film Terbaik yang dimenangi The Shape of Water menutup gelaran itu.

Sebelumnya, The Shape of Water juga memukau juri Golden Globes serta BAFTA Awards.

Sayangnya, di balik semua kemenangan itu The Shape of Water punya masalah plagiarisme. Cerita tentang janitor yang jatuh cinta pada makhluk laut itu disebut menyontek teater Paul Zindel yang pernah dipentaskan di panggung Amerika pada 1969 dan 1990.


The Shape of Water membantah tudingan itu. (rsa)