Ulasan Film

Ulasan Film: Golden Slumber

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Minggu, 11/03/2018 15:50 WIB
Ulasan Film: Golden Slumber 'Golden Slumber' memperlihatkan gilanya persaingan politik. (dok. IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia -- Golden Slumber memperlihatkan persaingan politik yang gila-gilaan. Apa saja bisa terjadi, termasuk memanfaatkan kebaikan warga sipil dan mengolahnya menjadi konspirasi.

Sineas Korea Selatan begitu jeli melihat fenomena itu. Kisah novel Jepang karya Kotaro Isaka yang juga berjudul Golden Slumber (2007) pun diangkat ke layar lebar oleh mereka. Jepang lebih dulu mengadaptasi cerita ini pada 2010 dan menuai kesuksesan dengan tampil di beragam festival internasional.

Golden Slumber versi Negeri Ginseng yang diarahkan sutradara No Dong Seok mengambil latar pemilihan presiden yang berlangsung di Korea Selatan. Dalam perjalanan usai kampanye, sebuah bom meledak dan membunuh sang calon presiden.



Lewat sebuah konspirasi yang sudah diatur detail dan terencana, seorang warga sipil yang baru saja mendapatkan penghargaan warga teladan dituduh menjadi dalang pemboman itu. Warga bernama Gun Woo yang dilakoni aktor Kang Dong Won itu belakangan jadi incaran banyak orang termasuk media karena penghargaan dan kebaikannya.

Namun, kebaikan Gun Woo yang bekerja sebagai kurir itu tak cukup membuatnya aman dari tuduhan. Lawan politik sang calon presiden sudah membuat cukup bukti mulai dari sidik jari hingga rekaman video yang menyatakan Gun Woo benar-benar pelaku pembunuhan.

Tapi Gun Woo tak berpasrah diri. Dengan kepolosan dan sifat baiknya, ia kabur dan mencari bantuan untuk membersihkan namanya. Dari situ, petualangan menegangkan penuh dengan aksi pun dimulai.

Salah satu adegan dramatis dalam 'Golden Slumber.'Salah satu adegan dramatis dalam 'Golden Slumber.' (dok. IMDb)
Meski demikian, pengambilan gambar yang apik tak didukung oleh beberapa adegan yang dibuat terlalu dramatis atau malah memberikan kesan memaksa. Misalnya, adegan saat Gun Woo kabur mengendarai motor tua atau turun dari sebuah apartemen dengan menggunakan kabel alat penghisap debu.

Selain itu, skenario yang sudah dibangun dengan matang sedikit tercoreng lantaran penyelesaian akhir yang masih menimbulkan tanya.

Terlepas dari itu, Golden Slumber memberikan tontonan drama aksi yang menarik dibalut dengan kisah persahabatan selama 108 menit. Kredit juga layak diberikan pada pemeran lain seperti aktor Kim Eui Sung, Yoo Jae Myung, Kim Dae Myung, dan aktris Han Hyo Joo. Peran singkat Choi Woo Sik dan Jung So Min juga patut diapresiasi.


Golden Slumber juga menjadi salah satu bukti kemajuan industri film di Korea. Sinema ini berhasil mengangkat isu politik beserta intrik profesi mulai dari kurir, politisi, hingga polisi dengan baik. Hal yang jarang ditemui di banyak film Indonesia.

Golden Slumber sudah bisa disaksikan di jaringan bioskop CGV dan Cinemaxx mulai 9 Maret.

(res)