Karya Seni Indonesia Hiasi Kantor IMF dan Bank Dunia di AS

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Selasa, 13/03/2018 19:13 WIB
Karya Seni Indonesia Hiasi Kantor IMF dan Bank Dunia di AS Wall of Connectivity, karya seni gabungan mural dari delapan perupa Indonesia yang akan mejeng di kantor IMF dan World Bank. (CNN Indonesia/Galih Gumelar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Karya seniman Indonesia akan dipamerkan di kantor International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia di Washington DC, Amerika Serikat, 17 hingga 22 April mendatang. Pameran itu akan mengiringi Spring Meeting IMF-World Bank.

Jika ingin mengintip karya seni yang bakal dipamerkan di Washington DC itu, sebagian darinya kini dipamerkan di Gedung Jusuf Anwar, Kementerian Keuangan. Hanya selama dua hari, 12 hingga 14 Maret karya seni itu bisa dilihat di sana.

Salah satu karya seni yang akan ditampilkan adalah Dinding Konektivitas (Wall of Connectivity) berukuran 3,45 x 8,1 meter. Itu merupakan gabungan dari 14 mural yang dibuat oleh delapan perupa Indonesia. Dijadikan satu, Wall of Connectivity bercerita soal keragaman, kerja sama, komunikasi, dan toleransi membentuk masyarakat sejahtera.



Delapan seniman yang terlibat termasuk Marishka Soekarna, Yudi Andhika, Miko, Rizky Nugroho, Oldy jurakti, Adi Dharma, Muchlis Fahri, dan A.A.G. Airlangga. Butuh 12 jam untuk menyelesaikan karya yang akan dipajang di atrium utama gedung World Bank menuju IMF itu.

Amir Siddharta, kurator pameran mengatakan, seluruh perupa yang mengerjakan Wall of Connectivity diundang karena memiliki gaya seni yang sama dan bisa bekerja sama. Tak hanya itu, mereka juga mewakili daerah-daerah pusat seni rupa di Indonesia.

Mereka berasal dari Jakarta, Bandung dan Yogyakarta.

"Kami awalnya diminta Kemenkeu menampilkan Indonesia di kantor IMF dan World Bank. Tapi kan ini cukup abstrak, jadi kami pilih tempatnya dulu," Amir bercerita.


Ia kemudian menemukan dinding setinggi enam meter yang menghubungkan atrium besar World Bank dan IMF. "Kami akan pasang itu dengan karya Wall of Connectivity," tutur dia.

Tak hanya mural, rencananya kantor IMF dan World Bank juga akan dihiasi patung koin China, atau disebut 'kepeng' di kolamnya. Selain itu, seniman Eko Nugroho juga akan menampilkan lampion empat meter yang digantung di atrium setinggi empat lantai di kantor World Bank.

"Kami juga akan menampilkan patung Dewi Sri dan Rama Shinta di assembly hall di kantor utama IMF. Jadi begitu semua orang keluar dari ruangan itu, seketika mata akan tertuju pada dua karya tersebut," ujar Amir menambahkan.


Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berharap, pameran karya seniman Indonesia di AS bisa memberi gambaran kepada warga dunia tentang budaya Indonesia yang beraneka ragam.

"Berbeda itu indah, dan kami harapkan bisa menunjukkan the true face of Indonesia dan nilai luhur Indonesia yang menjunjung toleransi," tutur Sri Mulyani, Selasa (13/3).

Digelarnya pameran itu sekaligus 'pemanasan' sebelum pertemuan tahunan IMF-World Bank, 8 hingga 14 Oktober mendatang. Bali, Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan itu. (rsa)