Dubes Korsel Paparkan Alasan Dunia Demam Drama Korea
Resty Armenia | CNN Indonesia
Minggu, 18 Mar 2018 14:57 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepopuleran drama Korea di kancah internasional tak terlepas dari kerja keras para sineas Negeri Ginseng yang mampu menciptakan konten berkualitas tinggi. Selain itu, peran serta pemerintah Korea Selatan dalam merangsang perkembangan industri ini dengan serius juga menjadi faktor pendukung.
Saat ditemui CNNIndonesia.com di kantornya beberapa waktu lalu, Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang Beom memaparkan apa saja jurus moncer pemerintahnya dalam menciptakan kondisi yang sempurna demi merangsang kreativitas para kreator drama Korea, sehingga mereka bisa berkarya dengan lebih bebas dan kreatif.
Bagaimana pandangan Anda mengenai tren Hallyu, khususnya drama Korea, yang menjadi sangat populer secara global, termasuk di Indonesia?
Saya pikir Hallyu atau gelombang Korea kini sudah tersebar di seluruh penjuru dunia. Itu dimulai di bagian timur laut Asia, seperti China atau Jepang. Namun, itu sudah masuk dan menyebar ke Asia tenggara, termasuk Indonesia. Dan sekarang tidak hanya di negara-negara Asia, tapi juga di Amerika, Eropa, dan Amerika Latin. Seperti demam global.
Mengapa? Saya pikir ada nilai-nilai umum, khususnya di Asia Tenggara, di Indonesia di mana orang-orang tertarik dengan kisah yang berhubungan dengan keluarga, cerita yang lebih umum karena relevan dengan kehidupannya sehari-hari. Juga banyak aktor dan aktris yang rupawan, juga personel grup idola remaja yang menarik mata dan perhatian anak muda di Indonesia.
Dan trennya naik. Pada awalnya seperti fokus pada drama dan film, sekarang K-pop, K-beauty kosmetik, hal-hal yang terkait dengan gaya hidup, dan juga sekarang rasa kuliner K-cuisine, K-food. Dan saya pikir K-language juga tengah banyak diminati. Lebih banyak anak muda mulai belajar bahasa Korea. Saya pikir ini bukan hanya fenomena yang terjadi di Indonesia, tapi juga di Asia Tenggara dan bagian lain di dunia.
Apakah Anda suka menonton drama Korea?
Istri saya menonton lebih banyak dari saya. Tapi di rumah istri adalah bos, jadi saya hanya mengikuti saluran yang sedang ditonton istri saya.
Karena saya baru datang di Jakarta satu bulan yang lalu, jadi saya punya sedikit waktu untuk menonton drama Korea di Indonesia. Tapi saya menonton drama dan serial bergenre komedi-situasi ketika di Seoul.
Jadi Anda pulang ke rumah lalu ikut menonton dengan istri Anda?
Dia adalah pemilik dan ratu dari saluran itu. Saya tidak punya kepemilikan.
Aktor dan aktris favorit?
Aktor, saya pikir, saya tidak tahu apakah Anda sudah menonton, Goblin, (saya suka) Gong Yoo. Dia sangat keren. Gayanya sangat bagus. Bahkan sebagai pria, saya merasa lumayan tertarik oleh gaya seperti ini, gestur dan kekuatan tatapannya. Dan Goblin juga sangat populer di Korea dan bagian lain di dunia.
Aktris, Song Hye Kyo. Dia cantik sekali. Dan Descendants of The Sun juga salah satu drama populer yang menampilkan dirinya. Song Hye Kyo juga mirip dengan istri saya. Jadi itu mengapa saya sangat suka dia. Dia tidak hanya cantik, tapi juga tampil dengan sangat baik. Dia adalah seorang aktris yang pada beberapa adegan di Descendants of The Sun (tampil dengan) sangat menyentuh.
Drama favorit?
Goblin, masih sangat mengesankan. Dan tentu saja Descendants of The Sun. Dan baru-baru ini ada, bukan drama, tapi seperti (acara di mana ada) restoran yang dibuka oleh selebriti, Yoon's Restaurant. Saya sangat suka itu karena lokasi pertama adalah Lombok. Mereka membuka restoran makanan sederhana di Lombok yang sekarang menjadi destinasi yang lumayan populer di kalangan orang Korea. Ini menjadi salah satu cara yang bagus untuk mempromosikan destinasi wisata Indonesia kepada orang asing. Jadi itu adalah kolaborasi gabungan untuk menempatkan Indonesia di peta turis di Korea.
What Happened In Bali akan digarap ulang?
Iya benar. Saya pikir What Happened In Bali sangat populer. Itu ketika saya di Jakarta. Pada 2004, saya bertemu dengan So Ji Sub dan Ha Ji Won. Mereka datang menengok kami di Kedutaan dan kami makan siang bersama. Saya dengar ada rencana menggarap ulang ya.
Saat ditemui CNNIndonesia.com di kantornya beberapa waktu lalu, Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang Beom memaparkan apa saja jurus moncer pemerintahnya dalam menciptakan kondisi yang sempurna demi merangsang kreativitas para kreator drama Korea, sehingga mereka bisa berkarya dengan lebih bebas dan kreatif.
Bagaimana pandangan Anda mengenai tren Hallyu, khususnya drama Korea, yang menjadi sangat populer secara global, termasuk di Indonesia?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengapa? Saya pikir ada nilai-nilai umum, khususnya di Asia Tenggara, di Indonesia di mana orang-orang tertarik dengan kisah yang berhubungan dengan keluarga, cerita yang lebih umum karena relevan dengan kehidupannya sehari-hari. Juga banyak aktor dan aktris yang rupawan, juga personel grup idola remaja yang menarik mata dan perhatian anak muda di Indonesia.
Dan trennya naik. Pada awalnya seperti fokus pada drama dan film, sekarang K-pop, K-beauty kosmetik, hal-hal yang terkait dengan gaya hidup, dan juga sekarang rasa kuliner K-cuisine, K-food. Dan saya pikir K-language juga tengah banyak diminati. Lebih banyak anak muda mulai belajar bahasa Korea. Saya pikir ini bukan hanya fenomena yang terjadi di Indonesia, tapi juga di Asia Tenggara dan bagian lain di dunia.
Apakah Anda suka menonton drama Korea?
Istri saya menonton lebih banyak dari saya. Tapi di rumah istri adalah bos, jadi saya hanya mengikuti saluran yang sedang ditonton istri saya.
Karena saya baru datang di Jakarta satu bulan yang lalu, jadi saya punya sedikit waktu untuk menonton drama Korea di Indonesia. Tapi saya menonton drama dan serial bergenre komedi-situasi ketika di Seoul.
Jadi Anda pulang ke rumah lalu ikut menonton dengan istri Anda?
Dia adalah pemilik dan ratu dari saluran itu. Saya tidak punya kepemilikan.
Aksi Gong Yoo dalam drama hit 'Goblin.' (Courtesy: TVing) |
Aktor, saya pikir, saya tidak tahu apakah Anda sudah menonton, Goblin, (saya suka) Gong Yoo. Dia sangat keren. Gayanya sangat bagus. Bahkan sebagai pria, saya merasa lumayan tertarik oleh gaya seperti ini, gestur dan kekuatan tatapannya. Dan Goblin juga sangat populer di Korea dan bagian lain di dunia.
Song Hye Kyo berperan sebagai dokter dalam drama populer 'Descendants of The Sun.' (dok. SBS via iFlix) |
Lihat juga:Lima Film Korea Terlaris Sepanjang Masa |
Drama favorit?
Goblin, masih sangat mengesankan. Dan tentu saja Descendants of The Sun. Dan baru-baru ini ada, bukan drama, tapi seperti (acara di mana ada) restoran yang dibuka oleh selebriti, Yoon's Restaurant. Saya sangat suka itu karena lokasi pertama adalah Lombok. Mereka membuka restoran makanan sederhana di Lombok yang sekarang menjadi destinasi yang lumayan populer di kalangan orang Korea. Ini menjadi salah satu cara yang bagus untuk mempromosikan destinasi wisata Indonesia kepada orang asing. Jadi itu adalah kolaborasi gabungan untuk menempatkan Indonesia di peta turis di Korea.
What Happened In Bali akan digarap ulang?
Iya benar. Saya pikir What Happened In Bali sangat populer. Itu ketika saya di Jakarta. Pada 2004, saya bertemu dengan So Ji Sub dan Ha Ji Won. Mereka datang menengok kami di Kedutaan dan kami makan siang bersama. Saya dengar ada rencana menggarap ulang ya.
Drama Korea lawas 'What Happened In Bali' dilaporkan akan digarap ulang dalam waktu dekat. (dok. SBS via sbs.co.kr) |
Strategi Promosikan Drama Korea
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
Aksi Gong Yoo dalam drama hit 'Goblin.' (Courtesy: TVing)
Song Hye Kyo berperan sebagai dokter dalam drama populer 'Descendants of The Sun.' (dok. SBS via iFlix)
Drama Korea lawas 'What Happened In Bali' dilaporkan akan digarap ulang dalam waktu dekat. (dok. SBS via sbs.co.kr)
Pemerintah Korea Selatan melakukan deregulasi yang bisa menciptakan kondisi yang mendukung penuh para kreator drama dalam berkarya. (dok. TVing)
Drama Korea kini menjadi salah satu produk Hallyu yang digunakan pemerintah Korea Selatan untuk melakukan diplomasi lembut. (dok. SBS)