'Infinity War' Kuasai Layar, Korea Bakal Perketat Film Asing

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Senin, 30/04/2018 18:15 WIB
'Infinity War' Kuasai Layar, Korea Bakal Perketat Film Asing 'Avengers: Infinity War' menguasai 85 persen layar Korea Selatan dan menyumbang 95 persen box office. DPR Korea pun berencana memperketat film asing. (Dok. Walt Disney Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tidak semua negara merespons positif kesuksesan film Avengers: Infinity War. Di tengah kesuksesan besar film tersebut, Korea Selatan justru memutuskan untuk membatasi film asing seperti Avengers menguasai layar bioskop di negara itu.

Avengers: Infinity War diketahui menguasai mayoritas layar di Korea Selatan, yang tercatat sebagai salah satu pasar berharga bagi film Hollywood.

Mengetahui fakta tersebut, parlemen Korea Selatan kemudian berencana membuat sebuah Undang-undang baru yang mencegah kejadian Infinity War berikutnya di layar lebar Korea.


"Revisi undang-undang tentang promosi film dan video saat ini tertunda di Majelis Nasional, menghalangi bioskop multipleks milik konglomerat dari menyediakan jatah lebih dari 40 persen layar mereka pada film yang sama," kata Cho Seung Rae, anggota DPR Korea Selatan dari partai penguasa.


"Pada tahap ini, langkah-langkah hukum dan institusi atas monopoli layar sepertinya diperlukan," lanjutnya.

Sejak rilis pada Rabu (25/4) lalu di Korea Selatan, Avengers: Infinity War berhasil meraup pendapatan sebesar US$39,1 juta dari 4,76 juta tiket terjual selama lima hari.

Selama itu pula, pertarungan pahlawan Marvel melawan Thanos pun mencetak rekor. Infinity War sukses mendapatkan cuan US$6,5 juta pada hari pembukaan, atau lebih dari satu juta tiket terjual.

Pun Infinity War juga menjadi film dengan tiket paling laris untuk layar IMAX dan 4DX di Korea Selatan.

Secara umum di Korea Selatan, film yang disutradarai kakak beradik Anthony Russo dan Joe Russo itu menguasai 85 persen layar di Korea Selatan. Avengers: Infinity War pun menyumbang 95% dari total box office akhir pekan.


Avengers: Infinity War juga tercatat bertengger di 978 layar milik jaringan CGV, 773 layar milik Lotte, dan 577 layar milik Megabox. Capaian ini lah yang membuat parlemen Korea Selatan khawatir atas monopoli film Hollywood.

Sementara film lokal, Intention bertengger di posisi kedua dengan raihan satu persen dari total box office pekan ini. Intention merupakan merupakan film dokumenter tentang kapal feri Sewol yang tenggelam.

Diberitakan Variety, Intention mendapatkan keuntungan sebesar US$3,7 juta atau setara dengan Rp51 miliar setelah tiga minggu penayangan. Pendapatan yang sangat kontras bila dibandingkan Avengers: Infinity War. (end)