Pasar Box Office Indonesia 2017 Disalip Taiwan

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Rabu, 09/05/2018 16:17 WIB
Pasar Box Office Indonesia 2017 Disalip Taiwan Ilustrasi penonton bioskop di Indonesia. (CNN Indonesia/Rizky Sekar Afrisia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasar film Indonesia sepanjang 2017 lalu tampak bergairah dengan banyaknya film lokal yang mampu menjaring penonton. Namun di sisi lain, pertumbuhan Indonesia ternyata masih kalah cepat dari Taiwan.

Menurut data analisa pasar bioskop global sepanjang 2017 dari Motion Picture Association of America yang dirilis April 2018, Indonesia turun satu peringkat ke posisi 16 di 20 pasar film terbesar dunia.

Secara nilai pendapatan yang diperoleh dari pasar film, Indonesia masih bertahan di kisaran US$300 juta, konstan sejak 2015.



MPAA mencatat Indonesia masuk 20 besar pasar film dunia sejak 2014 di urutan bontot dengan pendapatan kisaran US$200 juta. Pada 2015, peringkat naik menjadi nomor 16 dengan pertambahan nilai menjadi US$300 juta.

Pada 2016, nilai pasar film Indonesia tak berubah, namun peringkat naik satu peringkat karena Argentina yang tadinya peringkat 14 mengalami penurunan hingga ke posisi 17, sehingga Indonesia berhasil menjadi nomor 15 diikuti Taiwan di nomor 16.

Kini untuk pasar sepanjang 2017, Indonesia tersalip oleh Taiwan yang nilai pendapatannya naik menjadi sekitar US$400 juta dari sebelumnya kisaran US$300 juta.

Nilai pendapatan ini dicatat MPAA merupakan box office atau pendapatan industri film yang berasal dari penjualan tiket atau penonton untuk keseluruhan film di negara tersebut.


MPAA mencatat pasar box office di hampir 100 negara di dunia dan menyebutkan pengaruh kurs mata uang dapat mempengaruhi nilai pendapatan box office negara tersebut.

Dalam pernyataan resmi, Chairman dan CEO MPAA Charles H Rivkin menyebutkan selama 2017 tren pertumbuhan penonton ke bioskop secara global mencapai rekor baru hingga menembus US$40,6 miliar, naik lima persen dibandingkan 2016.

"Box office internasional juga naik tujuh persen hingga US$29,5 miliar, dengan sebagian besar karena pertumbuhan di China. Layar bioskop juga secara global tumbuh delapan persen," kata Rivkin.

Namun pertumbuhan pasar internasional itu bertolak belakang dengan pasar domestik Amerika Utara yang justru menurun dua persen dibadingkan 2016.


Kini, posisi pasar box office global terbesar masih dipegang oleh China dengan nilai US$7,9 miliar, lalu diikuti oleh Jepang sebesar US$2 miliar, Inggris Raya US$1,6 miliar, Korea Selatan dengan US$1,6 miliar, lalu Perancis, Jerman, Rusia, Australia, dan Meksiko di nomor 10.

Brazil menempati urutan ke-11 dengan US$900 juta, diikuti oleh Spanyol, Italia, Taiwan, Belanda, Indonesia, Argentina, Polandia, Turki, dan Hong Kong dengan US$200 juta. (end)