Sutradara Rusia Tak Bisa Hadir di Cannes karena 'Dipenjara'

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Rabu, 09/05/2018 06:59 WIB
Sutradara Rusia Tak Bisa Hadir di Cannes karena 'Dipenjara' Film 'Leto' dikompetisikan di Festival Film Cannes 2018, namun sutradaranya sendiri tak bisa hadir. (REUTERS/Regis Duvignau)
Jakarta, CNN Indonesia -- Meski filmnya yang berjudul Leto diputar di Festival Film Cannes tahun ini, sutradara Kirill Serebrennikov tidak bisa hadir di karpet merah acara bergengsi di Perancis itu.

Sineas asal Rusia itu menjadi tahanan rumah sejak Agustus lalu. Ia bahkan melakukan pascaproduksi film yang kini berkompetisi untuk Palme d'Or itu dengan status yang sama.

Filmnya, Leto bercerita tentang Viktor Tsoi, legenda rock blasteran Uni Soviet dan Korea yang karya-karyanya disebut sebagai lagu kebangsaan Rusia pada akhir 1980-an.



Serebrennikov dituding terlibat kasus penggelapan, yang masih ditampiknya. Ia menilai kasus kontroversial yang membuat kalangan budayawan di Moskow terkejut itu "tidak jelas."

Selama ini ia dikenal sebagai sineas yang membuat revolusi di teater Rusia. Ia mementaskan ulang cerita klasik dengan sentuhan modern dan isu yang lebih kekinian, namun ada yang menyebutnya radikal. Pentas balet dan opera di Teater Bolshoi pun ia yang menggarap.

Pria 48 tahun kelahiran Rostov-on-Don, sebuah kota di sebelah selatan Rusia itu baru pindah ke Moskow pada awal 2000-an, namun langsung membuat heboh dan terkenal.


Pada 2012, Menteri Budaya Moskow Sergei Kapkov menunjuknya menjadi kepala sebuah teater milik negara. Ia lalu mengubah panggung yang dikenal sebagai Gogol Center itu menjadi salah satu teater terbaik di Moskow. Itu juga menjadi tempat berkumpul para pemikir.

Namun bekerjanya Serebrennikov di sana justru membuat emosi kelompok budayawan konservatif. Mereka menganggap sang seniman telah kelewatan karena mengadaptasi teater klasik Rusia dengan bahasa yang vulgar dan tak sungkan mementaskan ketelanjangan.

Yang paling membuat mereka marah adalah saat Serebrennikov diperbolehkan menyutradarai pementasan tentang penari balet gay legendaris Rusia, Rudolph Nureyev di Bolshoi. Menurut Nikita Mikhalkov yang merupakan sutradara pemenang Oscar, Serebrennikov seharusnya tidak diizinkan "menggantung alat vital Nureyev" di negara yang menganggap teater penting itu.


Pada ujungnya Bolshoi membatalkan pentas itu di detik-detik terakhir. Namun saat balet itu akhirnya dipentaskan, ia mendapat standing ovation dari penonton, bahkan elite politik.

Sebagian pihak menilai tudingan terhadap Serebrennikov berbau 'politis.' Sebab ia juga dikabarkan dekat dengan penasihat Presiden Vladimir Putin. Mengutip AFP, kedekatannya secara personal itu bukan hanya memberinya banyak uang, tapi juga kondisi yang lemah.

"Jika kau terlalu dekat dengan matahari, kau akan terbakar," kata John Freedman, pemerhati teater kontemporer di Rusia.


Benar saja, Agustus lalu Serebrennikov ditahan paksa oleh petugas keamanan di Moskow. Pekan lalu, mengutip AFP, pengadilan Moskow memperpanjang masa hukuman Serebrennikov untuk tiga bulan lagi sebagai tahanan rumah. Para sineas pun berharap kasus itu cepat selesai.

Serebrennikov sendiri sudah pernah mendapat penghargaan di festival film di Cannes maupun Roma, sementara filmnya Betrayal (2012) dinominasikan untuk Golden Lion di Venice. (rsa)