Lady Gaga Curhat Pengalaman Hadapi Depresi

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Kamis, 14/06/2018 08:45 WIB
Lady Gaga Curhat Pengalaman Hadapi Depresi Lady Gaga mengakui mengalami depresi selama beberapa tahun terakhir dan dia mengisahkan pengalamannya menghadapi gangguan kesehatan mental tersebut. (AFP PHOTO / VALERIE MACON)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lady Gaga mencurahkan pengalamannya menghadapi kondisi gangguan kesehatan mental seperti depresi usai sejumlah pesohor meninggal bunuh diri dalam beberapa waktu terakhir.

Ditemani sang ibunda, Cynthia Germanotta, pelantun Born This Way tersebut mengutarakan hal itu dalam acara penggalangan dana Children Mending Hearts' Emphaty Rocks, baru-baru ini.

"Saya tidak bisa berdiam lagi. Kematian Kate Spade dan Anthony Bourdain telah membuat saya ingin berbicara soal gangguan kesehatan mental saya," kata Lady Gaga.


"Saya pernah memiliki keinginan untuk bunuh diri dan siklus obsesi pikiran bunuh diri selama empat terakhir," lanjutnya.


"Awalnya, saya pikir saya sendirian dan seorang yang buruk, namun sekali waktu saya cukup berani untuk membicarakan ini kepada teman dan keluarga saya. Sampai berpikir mereka hanya akan mengira saya ingin cuma mencari perhatian, akankah saya segera dilarikan ke rumah sakit tanpa saya inginkan?" kenang Gaga.

"Tapi saya bisa jujur dengan psikiater saya," katanya.

Lady Gaga lalu mengisahkan pengakuan jujurnya kepada psikiater tersebut membuatnya merasakan perhatian dan kasih sayang yang tulus.

Ditambah dengan dukungan dari tim psikiater serta orang-orang yang mengalami hal yang sama dengan dirinya, Gaga merasa terbantu saat dia harus berjuang menghadapi kondisi yang menghantui penderitanya itu.


"Saya sadar saya beruntung memiliki dukungan seperti ini, tetapi ada banyak bantuan di luar sana bila Anda memiliki keberanian untuk jujur dengan diri sendiri dan yang lain tentang apa yang sedang atau telah Anda alami," kata Gaga.

"Saya telah berjuang dengan ini sejak lama, baik diketahui publik maupun tidak tentang kondisi kesehatan mental saya. Namun saya benar-benar percaya bahwa menjaga hal itu sebagai rahasia justru membuat makin sakit." lanjutnya.

Lady Gaga juga mengatakan kepada publik yang tidak mengalami masalah kesehatan mental seperti dirinya untuk peduli dan berempati serta menolong untuk menyelamatkan jiwa yang sedang berjuang melawan bisikan-bisikan 'jahat' tersebut.

"Kebaikan bukanlah cuma pemikiran dalam kehidupan sehari-hari kita. Kebaikan adalah kekuatan pendorong untuk semua yang kita lakukan. Ini adalah lensa yang kita lihat setiap tantangan yang kita lalui," kata Lady Gaga.

[Gambas:Instagram]

"Bagi saya, hampir semua masalah yang menghantui pemikiran Anda dapat diselesaikan dengan kebaikan. Setidaknya itu bisa membuat situasi jadi lebih baik," lanjutnya.

"Kebaikan itu memang lembut, kadang orang berpikir itu lemah. Padahal itu amat kuat. Itu bisa mengubah cara kita memandang satu sama lain," katanya.

Lady Gaga juga mengucapkan rasa terima kasih kepada ibundanya. Menurut pelantun Telephone itu, sang ibunda adalah sosok pahlawan saat dirinya berada di dalam kegelapan gangguan kesehatan mental.

"Terima kasih Ibu untuk tidak takut akan pikiran tergelap saya dan untuk melakukan apa yang tidak banyak disadari banyak orang: hanya memegang tangan saya dan menjalankan sebuah organisasi yang membantu merangkul dan mengajak orang lain. Saya cinta Ibu." kata Gaga, dikutip dari E!.

[Gambas:Youtube]

Masalah depresi jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu, misalnya saja Into The Light (pendampingan.itl@gmail.com) untuk penduduk Jabodetabek atau Inti Mata Jiwa untuk penduduk Yogyakarta dan sekitarnya (intimatajiwa@gmail.com).
(end)