Hollywood Jajah Box Office Jepang Paruh Pertama 2018

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Jumat, 20/07/2018 13:21 WIB
Hollywood Jajah Box Office Jepang Paruh Pertama 2018 Hollywood tampaknya tersenyum meliihat kondisi box office Jepang pada paruh pertama 2018. Tujuh film Hollywood masuk 10 besar box office negara itu. (dok. 20th Century Fox via imdb.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bagi Hollywood, Jepang merupakan salah satu negara dengan pasar box office yang menjanjikan namun sulit untuk dikuasai. Kini, kondisi mulai berubah.

Berdasarkan data box office terbaru, Hollywood mulai menjajah Jepang dalam paruh pertama 2018 dengan tujuh film Amerika Serikat masuk ke 10 besar box office negara tersebut.

Box office Jepang pada paruh pertama 2018 masih dikuasai oleh film lokal, yaitu Detective Conan: Zero the Enforcer dengan pendapatan sekitar US$76 juta atau Rp1,1 triliun.


Menyusul Conan, ada film Doraemon the Movie: Nobita's Treasure Island yang mendapatkan US$47 juta atau sekitar Rp682,3 miliar.


Setelah Conan dan Doraemon, film lokal yang masuk sepuluh besar box office Jepang adalah Shoplifters karya Hirokazu Kore-eda yang memenangkan Palme d'Or Cannes Film Festival. Film ini mendapatkan US$34 juta dan berada di posisi kelima.

Data box office menunjukkan film Jepang pada paruh pertama 2018 ini hanya mendapatkan US$157 juta, sedangkan film Hollywood mendapatkan US$209 juta dari tujuh film yang sukses menguasai pasar.

Film Hollywood yang paling mendapatkan untung dari pasar box office Jepang pada paruh pertama 2018 ini adalah The Greatest Showman dengan US$48 juta atau setara dengan Rp696 miliar.

Kisah musikal yang diadaptasi dari cerita hidup PT Barnum yang menciptakan Barnum & Bailey Circus ini mengalahkan film waralaba yang notabenenya mampu meraup untuk besar.


Menyusul The Greatest Showman, ada film The Boss Baby yang mampu mendapatkan US$30,7 juta atau sekitar Rp445,5 miliar. Capaian ini membuat Jepang jadi pasar internasional terbesar ke-dua bagi film Fox tersebut.

Selain The Greatest Showman dan The Boss Baby, film Coco milik Disney juga mampu meraup untung besar di Jepang dengan raihan US$43 juta.

Raihan Coco ini lebih besar dari film Disney-Marvel, Avengers: Infinity War yang mendapatkan US$32,5 juta. Walau kalah dari kisah bocah Meksiko, Infinity War jadi satu-satunya film Marvel yang pernah masuk sepuluh besar box office Jepang.

Solo: A Star Wars Story melanjutkan catatan buruknya di Jepang. Film ini hanya mampu meraup US$15 juta di pasar negara yang terkenal nasionalis tersebut.

[Gambas:Youtube]

Kejutan datang dari Black Panther. Film yang meraup sukses luar biasa di Amerika Utara dan pasar global ini justru keok menghadapi pasar Matahari Terbit. Wakanda kalah dari Nippon dengan hanya mendapatkan US$13 juta.

Variety menyebutkan, melemahnya pasar box office Jepang salah satunya bisa disebabkan oleh Toho. Toho merupakan perusahaan distribusi dan bioskop terbesar di Jepang.

Melemahnya Toho dengan tanda penurunan jumlah film yang diedarkan menyebabkan penurunan jumlah layar film Jepang. Dua film jawara box office paruh pertama 2018, Conan dan Doraemon, diedarkan oleh Toho.

Di sisi lain, para penonton Jepang memiliki kebiasaan menonton terbesar ketika dalam masa liburan, berbeda dengan Indonesia yang lebih melihat faktor film dan tren juga strategi penjualan masing-masing distributor.

[Gambas:Youtube]

Namun dalam waktu dekat, Toho disebut akan merilis film anime terbesar mereka untuk musim panas kali ini, yaitu Mirai of the Future karuya Mamoru Hosada yang mengisahkan petualangan bocah empat tahun bertemu seorang penjelajah waktu. Film ini dinilai mampu kembali menguasai pasar box office Jepang. (end)