FOTO: Membakar Raga Menuju Nirwana di Tepi Gangga

AFP, CNN Indonesia | Sabtu, 21/07/2018 10:32 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Siang dan malam sebuah kampung di tepi Sungai Gangga terus mengepulkan asap yang berasal dari kremasi jenazah umat Hindu di India.

Bagi Bahadur Choudhary, 48, malam 2 Juni lalu sama seperti malam-malam sebelumnya selama bertahun-tahun. Ia harus mengurus raga orang mati. (AFP PHOTO / CHANDAN KHANNA)
Choudhary merupakan bagian dari The Doms, komunitas kecil penjaga pemakaman di Harishchandra Ghat, tepi Sungai Gangga di Varanasi, India. Di sini, mereka yang meninggal dikremasi, siang dan malam. (AFP PHOTO / CHANDAN KHANNA)
Sejumlah orang India berlari melewati tumpukan kayu bakar di Varanasi. Asap dan abu dari jenazah yang dibakar memenuhi udara kawasan itu. (AFP PHOTO / CHANDAN KHANNA)
Selama berabad-abad, Doms menyediakan jasa bagi keluarga yang ingin mengkremasi anggota mereka yang meninggal. Lalu abunya dibuang di Sungai Gangga. (AFP PHOTO / CHANDAN KHANNA)
Umat Hindu di India percaya, hanya dengan kremasi dan menyebarkan abu di sungai suci itu lah mereka bisa terlepas dari siklus kehidupan dan menuju nirwana. (AFP PHOTO / CHANDAN KHANNA)
Choudary mengatakan dia dapat memperoleh pendapatan setidaknya 150 rupee atau Rp32 ribu selama 18 jam bekerja. Bila beruntung, ia mendapatkan 5.625 rupee atau Rp1,1 juta. (AFP PHOTO / CHANDAN KHANNA)
Seorang pria India sedang menunggu jenazah berhasil dikremasikan dan akan disebar di Sungai Gangga, sungai yang dianggap suci oleh umat Hindu di India. (AFP PHOTO / CHANDAN KHANNA)
Choudary merupakan keturunan keempat yang mengabdikan diri sebagai petugas kremasi mayat. Menurutnya, sampai kapan pun, Varashi akan tetap penuh dengan kepulan asap kremasi. (AFP PHOTO / CHANDAN KHANNA)