FOTO: Menantang Maut dengan Kabur dari Banteng

Reuters, CNN Indonesia | Senin, 09/07/2018 06:42 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- San Fermin Festival selalu jadi incaran ribuan orang untuk datang ke Spanyol dengan tujuan yang sama: menantang maut, mengejar adrenalin, kabur dari banteng.

Setiap tahunnya di pekan pertama Juli, Pamplona di Spanyol utara kedatangan ribuan orang dengan keinginan yang sama, kabur dari banteng. (REUTERS/Susana Vera)
San Fermin Festival, acara yang memungkinkan keinginan dikejar banteng bak di film menjadi kenyataan tahun ini dibuka pada 8 Juli lalu. (REUTERS/Susana Vera)
Festival yang telah diadakan setiap tahunnya selama ratusan tahun ini menuntut para pelari untuk menyelamatkan dirinya dari banteng yang bernafsu menyeruduk. (REUTERS/Susana Vera)
Ribuan peserta harus berdesakan di antara gang sempit kota Pamplona, dikejar banteng, atau mereka akan kena tanduk tajam sang hewan mamalia itu. (REUTERS/Joseba Etxaburu)
Tak sedikit yang mengalami sakit ketika tanduk tajam si banteng menyeruduk tubuh. Beberapa mengalami luka, namun ada juga yang nyaris tewas. (REUTERS/Vincent West)
Seperti pada tahun lalu, seorang peserta nyaris meninggal ketika dirinya kena serudukan banteng kala mengikuti San Fermin Festival. (REUTERS/Joseba Etxaburu)
Namun lebih banyak yang berhasil sukses melarikan diri, menyelesaikan rute pelarian sepanjang 850 meter. (REUTERS/Vincent West)
Kala mereka berhasil, melawan maut, rasa sakit dan berdesakan serta berpacu dengan adrenalin rasanya jadi tidaklah sia-sia. (REUTERS/Susana Vera)
Banyak peserta yang pernah merasakan diseruduk banteng namun tetap kembali ke festival ini mengaku: sakitnya diseruduk bak sebuah perjuangan hidup. (REUTERS/Susana Vera)
Namun bagi mereka yang belum pernah mencoba dikejar banteng di San Fermin Festival, para peserta ini hanya mengatakan: jangan dicoba, rawan ketagihan. (REUTERS/Vincent West)