Ryan Gosling Belajar Terbang demi ke Bulan

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Kamis, 30/08/2018 14:41 WIB
Ryan Gosling Belajar Terbang demi ke Bulan Ryan Gosling menjadi Neil Armstrong dalam film terbaru, 'First Man.' (REUTERS/Mario Anzuoni)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aktor Hollywood Ryan Gosling sampai harus belajar terbang demi film terbarunya, First Man. Ia memainkan astronaut Neil Armstrong dalam biopik emosional tentang manusia pertama yang mendarat di bulan dan layak disebut pahlawan luar angkasa sesungguhnya itu.

Dalam film yang digarap oleh sutradara yang juga mengarahkan Gosling dalam La La Land, Damien Chazelle itu, Armstrong dikisahkan mengalami tragedi demi tragedi.

Gosling mengaku belajar terbang demi bisa masuk ke dalam pikiran karakter yang ia mainkan. Semakin ia belajar, kian ia memahami bahwa Armstrong berbeda dengan astronaut lain.



"Saya pikir apa yang harus saya lakukan sekarang adalah belajar terbang. Neil bisa terbang bahkan sebelum dia bisa menyetir," ujarnya di ajang Venice Film Festival 2018.

Ide itu terdengar luar biasa, namun Gosling ternyata tak seberapa siap.

"Tidak berapa lama setelah instruktur meminta saya mengambil alih kemudi pesawat, saya berpikir, 'Ini ide yang buruk,'" ceritanya, seperti dikutip dari AFP.


Suami Eva Mendes itu melanjutkan, "Ada alasan kenapa Neil Armstrong ditakdirkan menjadi salah satu pilot terbaik sepanjang masa dan saya tidak."

Chazelle yang biasa mengarahkan film yang berhubungan dengan musik seperti La La Land dan Whiplash, kini mengambil cerita Armstrong karena baginya astronaut adalah pahlawan universal. Sutradara berdarah Prancis dan Kanada itu pun mengagumi dunia luar angkasa.

"Ketika saya pertama melihat Gemini, saya pikir itu hanya bagian dari pesawat luar angkasa. Tapi itu adalah semuanya. Saya ingin memotret betapa menakutkan rasanya, mencari kehampaan dari dalam kaleng metal yang terbang," ungkap sutradara 33 tahun itu.


Gosling beradu akting dengan aktor asal Australia, Jason Clarke dalam film First Man. Istri Armstrong, Janet dan putranya banyak membantu film mulai masa praproduksi. First Man juga didukung kru yang membuat semua properti mirip seperti aslinya.

"Kru membuat kapsul yang terlalu autentik. Itu membuat kami terlarut. Kami merasa kesulitan duduk di dalam kapsul, terkunci dalam kostum astronaut kami, dengan pintu tiga level yang tertutup di sekeliling kami," ujar Clarke mendeskripsikan suasana syuting. (rsa)