Keputusan tersebut dipilih pelantun 'Video Games' ini demi berlaku adil pada para penggemar yang terbagi dalam dua kubu politik itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Rey memicu kontroversi karena bergabung menjadi salah satu penampil di Meteor Festival di Tel Aviv, Israel yang bakal diselenggarakan akhir pekan ini 6 hingga 8 September 2018.
Alih-alih langsung membatalkannya, penyanyi berusia 33 tahun itu justru sempat membuat pembelaan diri bahwa dia akan tetap tampil dengan misi perdamaian.
Menurutnya pilihan untuk tampil di sana tak berarti dia sepakat dengan kebijakan yang diambil pemerintahan negara Yahudi itu.
"Saya percaya musik itu universal dan harus digunakan untuk menyatukan kita. Pertunjukan di Tel Aviv bukanlah pernyataan politik atau komitmen terhadap politik di sana," tulisnya.
Sebagai bentuk berlaku adil, saat itu dia juga berjanji untuk berusaha mengunjungi Palestina dan membuat penampilan di sana sebelum menyambangi Israel. Namun rencana itu terpaksa dibatalkan menyusul tak dapat memenuhi janji tampil di Palestina.
[Gambas:Twitter]
Mengutip Ace Show, meski Rey memutuskan menunda tampil di Israel, Meteor Festival dilaporkan bakal tetap berjalan sesuai jadwal dengan menampilkan aksi dari Kamasi Washington, Flying Lotus, Pusha T, dan Soulwax.
Pihak promotor pun menyesali keputusan Rey sekaligus dan menuduh itu dilakukan hanya demi meningkatkan popularitas.
"Baru saja mendapat kabar bahwa Lana tidak akan muncul di Meteor Festival. Kami sangat menghargai dia karena memilih Meteor untuk membantunya mendapat sejumlah perhatian pers," demikian pernyataan penyelenggara kepada Pitchfork.
(ard)