Eurovision Pilih Israel Jadi Tuan Rumah Tahun Depan

AFP, CNN Indonesia | Jumat, 14/09/2018 15:05 WIB
Eurovision Pilih Israel Jadi Tuan Rumah Tahun Depan Musisi Iyar Semel di rumahnya, Tel Aviv, Israel. (REUTERS/Corinna Kern)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ibu kota de facto Israel, Tel Aviv, resmi jadi tempat penyelenggaraan Kontes Musik Eurovision di Mei 2019 mendatang.

Kesiapan di semua bidang menjadi alasan utama Tel Aviv memenangkan perebutan kursi tuan rumah di antara kota Israel lainnya.

Dalam situs resminya, Badan Penyiaran Uni Eropa (EBU) menyebutkan banyak kota yang potensial menjadi tuan rumah.


Namun Tel Aviv muncul sebagai keputusan akhir, setelah pihak EBU membandingkan dengan dua kota potensial lainnya yakni Yerusalem dan Eilat.

"Semua tawaran sangat menarik namun pada akhirnya kami memutuskan Tel Aviv yang mampu menyediakan pengaturan terbaik secara keseluruhan untuk acara musik live terbesar di dunia," tulis EBU.

Kendati demikian, perjalanan Tel Aviv menuju tuan rumah yang mumpuni tidak mulus.

Melansir dari AFP pada Jumat (14/9), sengketa keuangan antara KAN dan pemerintah Israel sempat berpotensi mengagalkan rencana penyelenggaraan acara ini di Israel.

Namun masalah ini telah diselesaikan pada bulan lalu.

Kendala lain datang dari tekanan para peserta yang melakukan boikot sebagai bentuk sanksi global terhadap Israel atas pendudukannya di wilayah Palestina.

Frank-Dieter Freiling, Ketua Acara Kontes Musik Eurovision, mencoba meredam isu ini dengan mengusahakan jaminan bebas politik dalam penyelenggaraan acara.

"Kami sedang mengusahakan pemberian jaminan dari perdana menteri di minggu ini perihal keamanan, akses agar semua orang dapat hadir, kebebasan berekspresi, dan memastikan sifat non-politik di kontes ini," ujarnya.

Tak hanya itu, benturan dengan kepercayaan lokal juga menjadi kendala persiapan.

Kaum Yahudi ultra-Ortodoks berkemungkinan tidak memperbolehkan persiapan yang dilakukan pada Sabat Yahudi, yakni di hari Sabtu.

Menanggapi hal ini, Menteri Kebudayaan Israel, Miri Regev, meyakini bahwa Israel dan Tel Aviv akan mengusahakan tiap cara untuk dapat menyelenggarakan Eurovision dengan cara terbaik dan terhormat.

Israel berhak menjadi tuan rumah setelah kemenangan salah satu penyanyi berbakatnya, Netta Barzilai, pada Eurovision tahun lalu.

Tapi kota yang akan menaungi salah satu kontes musik terbesar di dunia ini belum ditentukan hingga Kamis (13/9) kemarin.

Acara ini digelar dengan waktu yang cukup singkat, yakni semi-final pada 14 Mei dan grand final pada 16 Mei di Expo Tel Aviv.

(dna/ard)