Indonesia Absen Bahas Pembentukan Pusat Film Asia di Busan

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 09/10/2018 09:27 WIB
Indonesia Absen Bahas Pembentukan Pusat Film Asia di Busan Ilustrasi film. (Joshua_Willson/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu agenda yang dibahas dalam Busan International Film Festival pada Senin (8/10) merupakan ide pembentukan pusat perfilman Asia oleh para sineas yang datang di acara film terbesar di kontinen itu.

Namun diberitakan oleh Variety, tak semua sineas dan pembuat kebijakan dari seluruh negara di Asia hadir dalam pembahasan tersebut.

Disebutkan, pembahasan tersebut diikuti oleh sineas dan pembuat kebijakan dari Korea Selatan dan Asia Tenggara yang diikuti oleh Brunei Darussalam, Myanmar, Laos, Kamboja, dan Malaysia.


Sedangkan beberapa negara Asia Tenggara yang memiliki industri perfilman cukup besar seperti Thailand, Indonesia, India, dan Vietnam absen dari pembahasan tersebut.


Pembahasan ide pusat perfilman tersebut diinisiasi oleh mantan komisioner Busan Film Festival dan kepala Dewan Perfilman Korea saat ini, Oh Seok Geun.

Pertemuan tersebut disebut berencana bakal merilis pusat perfilman yang akan dinamakan Asian Film Center itu pada 2019 mendatang. Pun, sudah ada rencana hingga tujuh tahun mendatang.

Rencananya, pusat perfilman itu diproyeksi akan menjadi Asian Film Organization pada 2025 mendatang.

Para sineas dan pembuat kebijakan berharap dengan keberadaan pusat perfilman tersebut dapat mendorong munculnya kebijakan yang 'ramah' terhadap perfilman di negara-negara Asia, mampu mempromosikan film dan sineas Asia, pendidikan penonton dan pekerja secara profesional, serta pengembangan produksi dan pasar film di Asia.

Rencananya, badan ini bakal memiliki tiga lapisan struktur: badan eksekutif, komite organisasi, dan sekretariat dengan fungsi pendidikan, pemasaran, serta menentukan kebijakan.

Dengan diadakannya ide ini, Oh mengatakan Korea Selatan bakal menjadi pemodal awal akan keberlangsungan lembaga ini. Ia menyebut telah mendapatkan kepastian tersebut dari pejabat tinggi di pemerintahan Korea Selatan.


"Tidak perlu khawatir," kata Oh kepada delegasi yang hadir dalam pertemuan tersebut, dilansir dari Variety.

Padahal, diduga Korea Selatan siap mengucurkan dana sebesar 15 juta won atau sekitar Rp201 juta sebagai dana operasional awal lembaga tersebut.

"Dalam jangka panjang, saya ingin kita mendirikan Asian Film Fund," kata Oh.

Dukungan akan adanya lembaga ini juga datang dari Walikota Busan yang baru, Oh Keo Don. "Kita perlu untuk membantu menguatkan posisi perfilman Asia di dunia. Saya memiliki mimpi membuat Busan sebagai 'Cannes' dari Asia,"

Perwakilan negara Asia Tenggara yang hadir juga menyatakan persetujuannya akan ide tersebut, berharap perfilman Asia bisa setenar musik Korea di dunia.

"Ide dari AFCNet ini bukan mempromosikan film-film Korea. Korea memiliki hubungan politis yang sulit dengan Jepang dan China," kata Lorna Tee, seorang produser independen dan moderator acara tersebut.

"Saya akan senang bila mereka akan bergabung. Saya rasa mereka mau," lanjutnya. (end)