Diduga Aniaya Kekasih, Liam Gallagher Diinterogasi

dna & Tim, CNN Indonesia | Selasa, 09/10/2018 12:35 WIB
Penyanyi Liam Gallagher kembali tersandung masalah. Ia tertangkap kamera dengan gestur tubuh mencekik leher kekasihnya. Liam Gallagher tertangkap kamera cctv dengan gestur seperti mencekik leher kekasihnya. (Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemeriksaan atas kasus dugaan kekerasan yang dilakukan penyanyi Liam Gallagher terhadap sang kekasih, Debbie Gwyther, kembali berlanjut. Liam diinterogasi kepolisian London atas video rekaman yang menampakkan dirinya tengah mencekik leher Debbie di sebuah klub malam.

Sejatinya, belum ada laporan yang diajukan dan perintah penangkapan yang ditujukan kepada mantan vokalis grup musik Oasis itu. Namun, penyelidikan akan terus berlanjut untuk mengetahui kebenaran dalam video yang telah tersebar luas di dunia maya tersebut.




"Rekaman telah kami tinjau dan akan kami pertanyakan (ke Liam) untuk mengetahui keadaan yang terjadi ketika insiden itu berlangsung," ucap pihak Metropolitan Police.

Pada akhir Agustus silam, The Sun mengunggah sebuah video rekaman CCTV yang menampakkan Liam dan Debbie sedang berada di sebuah koridor klub malam bernama Chiltern St., Marylebone. Dalam video tersebut pula, pria bernama asli William John Paul Gallagher itu terlihat mencekik leher Debbie.

[Gambas:Youtube]

Atas rumor yang berkembang perihal video ini, pasangan tersebut turut angkat suara. Lewat akun Instagram pribadinya, Debbie menyangkal artikel yang diterbitkan The Sun dan menyebutnya sebagai sebongkah kebohongan.

[Gambas:Instagram]



Liam juga turut memberikan bantahannya atas rumor dugaan kekerasan yang ditujukan pada dirinya. Dalam akun Twitter-nya, pria berusia 46 tahun ini menyatakan bahwa dirinya tak pernah berlaku kasar pada perempuan manapun.



Melansir dari Variety, Liam mengaku akan menindaklanjuti secara resmi artikel yang mencemarkan namanya ini pada Agustus akhir. Namun hingga saat ini belum ada perkembangan laporan dari pihak Liam terkait tindaklanjut atas artikel yang dirilis The Sun itu. (rea)