FOTO : Barus, Pintu Masuk Islam di Nusantara

Antara Foto,, CNN Indonesia | Minggu, 14/10/2018 11:07 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Barus, Tapanuli Tengah, Sumatra Utara menjadi bukti sejarah masuknya Islam di Nusantara. Kota ini pernah menjadi pusat perdagangan pada abad 1-17.

Barus, merupakan sebuah kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan).
Kota yang juga memiliki nama lain Fansur ini, menurut sejarah pernah menjadi pusat perdagangan dan pusat peradaban pada abad 1 - 17 Masehi yang terkenal dengan komoditas kapur barusnya. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan).
Selain itu, daerah ini juga menjadi salah satu tujuan wisata bagi para peneliti arkeologi Islam. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan).
Penduduk Barus yang bermukim di kawasan pesisir mayoritas memeluk agama Islam. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan).
Sementara, untuk warga non-muslim menempati kawasan tengah kota Barus. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan).
Penduduk Barus sehari-hari bekerja sebagai nelayan dan pedagang. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan).
Di Barus terdapat sejumlah makam yang ditengarai sebagai salah satu bukti awal masuknya Islam di Nusantara, di antaranya makam Mahligai dan makam Papan Tinggi. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan).
Makam Mahligai didirikan oleh Tuan Syekh Siddiq yang jenazahnya juga dimakamkan di kompleks tersebut. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan).
Juru makam Mahligai, Fahruddin menuturkan berdasarkan penelusuran dan sejarah dari tulisan di batu nisan makam, terdapat batu nisan Tuan Syekh Rukunuddin yang tertulis wafat pada malam 13 Syafar, Tahun 48 Hijriah, abad ke 7 Masehi, dalam usia 102 Tahun, 2 Bulan, 10 Hari. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan).
Dari data tersebut menurutnya dapat ditarik kesimpulan bahwa Islam telah masuk ke Barus sekitar abad ke 7 Masehi. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan).
Kini Barus makin dikenal sebagai pintu gerbang masuknya Islam di Nusantara, setelah pada 2017 lalu Presiden Joko Widodo meresmikan Tugu Titik Nol Pusat Peradaban Islam Nusantara di Kelurahan Pasar Baru Gerigis. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan).
Barus pun tumbuh dan berkembang seiring pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan).