Mesin Ketik Hugh Hefner Laku Seharga Rp2,3 M

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 02/12/2018 18:36 WIB
Mesin Ketik Hugh Hefner Laku Seharga Rp2,3 M Barang-barang pribadi Hugh Hefner laris terjual di pelelangan. (Foto: REUTERS/Lucy Nicholson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Barang-barang pribadi pendiri majalah Playboy yang sensasional, Hugh Hefner, dilelang pada 30 November sampai 1 Desember kemarin.

Diadakan di Los Angeles, salah satu barang yang dilelang tersebut termasuk jaket menyerupai kimono berwarna merah yang kerap dipakai Hefner, yang laku seharga $41,600 atau kisaran Rp595 juta.

Selain itu, warisan berharga lainnya meliputi edisi perdana Playboy dan mesin ketik yang dimiliki Hefner sejak di bangku kuliah.


Barang termahal yang berhasil dijual oleh rumah lelang, mengutip Reuters, adalah mesin ketik yang digunakan Hefner untuk menulis edisi pertama Playboy pada 1953. Properti berharga itu berpindah tangan seharga $162,500 atau setara Rp2,3 miliar.


Warisan lain yang tak kalah berharga adalah kopian edisi pertama itu sendiri, yang memuat Marylin Monroe di dalamnya, seharga $31,250 atau setara Rp446 juta. Juga ada beberapa barang lain yang unik seperti sebuah cincin emas dengan tempat penyimpanan rahasia, terjual seharga $22,400 atau setara Rp320 juta.

Koleksi Playboy sejak 1953 sampai 2013 disepakati di harga $76,800 atau Rp1 miliar lebih, sementara topi kapten warna putih yang telah menjadi gaya khas Hefner mendapat harga $19,200 atau setara Rp274 juta, dan surat yang ditulis Gloria Steinem, seorang aktivis feminis yang mempunyai pekerjaan rahasia di klub malam milik Hefner dan menuliskan pengalamannya itu untuk majalah Show, terjual seharga $22,400 atau setara Rp320 juta.

Proses pelelangan yang diikuti oleh para kolektor dan penggemar ini, dihadiri pula oleh komedian Jim Belushi, yang rela merogoh kocek sebesar $3,125 atau setara Rp44,6 juta demi membawa pulang sejumlah naskah dari acara Saturday Night Live, di mana Hefner menjadi pembawa acara pada 1977. Naskah tersebut digulung dalam bungkus mewah yang terbuat dari kulit.

Inilah pria yang menuai kontroversi hingga di hari akhirnya.Foto: Jason Merritt/Getty Images/AFP
Inilah pria yang menuai kontroversi hingga di hari akhirnya.

Dana yang didapat dari pelelangan ini disebut akan diberikan kepada yayasan Hefner yang berdiri sejak 1964 dan banyak menyuarakan dukungan terhadap kebebasan sipil, termasuk hak-hak LGBT dan legalisasi ganja medis.

Hefner meninggal dunia pada September 2017 di usia 91 tahun. Pria ini menjadi sensasi dunia karena dianggap mengeksploitasi wanita dan seksualitas melalui majalah dan klub malamnya, meski banyak juga yang menganggap dirinya sebagai pionir revolusi seksual. (rea)