Ulasan Film: 'Aquaman'

Muhammad Andika Putra, CNN Indonesia | Jumat, 14/12/2018 15:11 WIB
Ulasan Film: 'Aquaman' 'Aquaman' sudah bisa ditonton di bioskop mulai Rabu (12/12) kemarin. (dok. Warner Bros Pictures/DC Comics)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kalau kebanyakan film pahlawan super membawa penonton ke luar angkasa, Aquaman justru merelung ke dalam lautan. Dunia bawah laut menjadi kekuatan utama yang membuat film terbaru dari DC Comics dan Warner Bros. Dan ini menakjubkan.

Kemegahan kerajaan dan kedahsyatan perang ditampilkan dengan sangat apik, seperti sebelumnya Warner Bros. berhasil menyuguhkan efek visual nan luar biasa pada Wonder Woman.

Seakan belajar dari kesalahan masa lalu dalam Batman v Superman: Dawn of Justice dan memahami kunci sukses Wonder Woman yang menuai banyak pujian, Aquaman memang tak bisa lepas disandingkan dengan film yang dibintangi Gal Gadot itu.



Keduanya bukan hanya punya efek visual nan memanjakan mata.

Wonder Woman dan Aquaman juga sama-sama menampilkan bintang utama yang 'wow.' Kalau di Wonder Woman ada Diana Prince (Gal Gadot) yang cantik mulus dan menawan, Aquaman menyuguhkan keseksian otot dan tato Arthur Curry (Jason Momoa).

Juga seperti 'pola' Wonder Woman, Aquaman menceritakan latar belakang sang pahlawan super. Kali ini bahkan digali lebih dalam, sampai ke masa sebelum Arthur dilahirkan.

Film ini diawali pertemuan ayah Aquaman yang penjaga mercusuar dengan ibunya, Queen Atlanna (Nicole Kidman).


Aquaman mengisahkan masa kecil Arthur mulai bayi sampai ia gondrong, berewokan, berotot dan bertato, dengan alur maju mundur, yang sayangnya tidak berjalan mulus. Sutradara James Wan seakan bingung mencari cara mengisahkannya. Dari riwayat filmnya, Wan memang lebih sering berkecimpung di dunia laga dan horor, seperti The Conjuring dan Furious 7.

Film-film itu tidak ada yang menggunakan alur maju mundur. Meskipun, kegeniusan Wan menjadikan The Conjuring sebagai semesta sendiri patut dipuji.

Sayang di Aquaman, meski itu juga tergabung dalam semesta DC, cara penulis David Leslie Johnson dan Will Beall membuat alur maju mundur seakan terlalu memaksa. Beberapa adegan masa kecil ditampilkan terlalu singkat.

[Gambas:Youtube]

Saat Arthur tamasya sekolah untuk mempelajari kehidupan laut, misalnya. Di sana ia dirundung karena bicara dengan ikan, dan makhluk-makhluk laut itu berkumpul melindunginya. Wan mencoba menggunakannya untuk menjelaskan bahwa Arthur punya kekuatan khusus. Namun, adegan itu terlalu singkat sehingga hanya terkesan sebagai 'tempelan.'

Dengan cepat adegan kemudian berpindah ke adegan lain. Keanehan seperti itu tak hanya sekali. Di beberapa adegan, kesalahan yang sama terulang kembali.

Menceritakan masa lalu Arthur memang penting karena secara keseluruhan Aquaman menceritakan bagaimana ia harus kembali ke rumahnya di bawah laut, Atlantis. Ia menjadi sosok yang diandalkan untuk mencegah perang antara makhluk laut dan darat.


Namun cara menyelipkan alur maju mundur di film itu terasa melompat-lompat.

Film baru mulai nyaman disaksikan setelah sekitar satu jam, ketika ia tak lagi menggunakan alur maju mundur. Ceritanya mulai dibangun halus dan mudah dimengerti. Penonton dimanjakan oleh cerita mitologi yang kental seperti dalam komiknya, yang membuat Aquaman berbeda dengan kisah pahlawan super lain.

Namun tetap saja, belum ada sutradara selain Christopher Nolan saat membuat trilogi The Dark Knight, yang bisa membawa idealisme DC sukses. Wan membuat Aquaman seperti Marvel, ada candaan yang segar dan lawak, alih-alih 'gelap' meski ia sudah terbiasa dengan horor.

Amber Heard sebagai Mera di 'Aquaman.'Amber Heard sebagai Mera di 'Aquaman.' (dok. Warner Bros Pictures/DC Comics)
Jason Momoa menjadi Arthur, makhluk laut berdarah campuran di 'Aquaman.'Jason Momoa menjadi Arthur, makhluk laut berdarah campuran di 'Aquaman'. (Dok. Warner Bros Pictures)
Di luar masalah alur yang terasa lambat dan membosankan di awal, Aquaman tetap menarik dari segi cerita. Film ini seakan membawa pesan bahwa melawan kekerasan tak harus selalu dengan emosi. Arthur bisa mencegah peperangan laut-darat karena berhasil memutar otak.

Untuk itu, rasanya layak memberi kredit untuk Amber Heard yang memainkan Mera. Bukan hanya tampil cantik dengan rambut merahnya yang hampir selalu basah, ia juga yang menjadi sosok penting yang bisa menjembatani Arthur yang sudah lebih banyak di darat, dengan dunia laut.

Selain dibintangi Momoa, Heard dan Nicole Kidman, Aquaman yang sudah tayang sejak Rabu (12/12) lalu ini juga menyuguhkan akting Willem Dafoe dan Patrick Wilson.


Tak ada salahnya menonton Aquaman di bioskop pekan ini, jeda sejenak dari dunia darat dan memasuki kerajaan laut Atlantis nan megah. Jangan lupa, bertahanlah sampai credit title selesai diputar karena ada cuplikan tambahan yang cukup menarik setelah itu. (rsa)