FOTO: Asa Perajin Khayamiya di Mesir

AFP, CNN Indonesia | Sabtu, 26/01/2019 15:18 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Seni Khayamiya yang populer selama berabad-abad, terpaksa mengalami kemunduran kunjungan turis setelah terjadi pemberontakan di Mesir pada 2011.

Seni Khayamiya telah berusia ratusan tahun, yaitu menempelkan kain-kain ke kain yang lebih besar sehingga menjadi sebuah karya penuh warna nan indah. Paling umum digunakan sebagai tenda penahan matahari gurun. (Photo by Mohamed el-Shahed / AFP)
Namun saat ini seiring kemajuan teknologi, permintaan akan tenda Mesir ini semakin berkurang dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan perajin mengenai pekerjaan mereka. (Photo by Mohamed el-Shahed / AFP)
Selama bertahun-tahun, bisnis kerajinan ini menghidupi banyak keluarga. Namun kini, para seniman mulai meninggalkan seni kuno tersebut untuk pekerjaan yang menghasilkan uang lebih banyak. (Photo by Mohamed el-Shahed / AFP)
Tidak hanya tenda sebagai penahan panas, selama 50 tahun lebih kerajinan ini juga digunakan untuk hiasan dinding sampai selimut. (Photo by Mohamed el-Shahed / AFP)
Peralihan ini membuat para perajin yang tersisa harus pintar-pintar mencari celah, seperti misalnya membuat sarung bantal. (Photo by Mohamed el-Shahed / AFP)
Pada tahun 2011, terjadi pemberontakan massal yang bertujuan menggulingkan penguasa Hosni Mubarak. Hal ini pun berdampak amat besar pada para perajin. (Photo by Mohamed el-Shahed / AFP)
Gejolak itu membuat para turis takut, dan karenanya, bisnis jadi semakin lambat. (Photo by Mohamed el-Shahed / AFP)
Namun masih ada harapan. Sejak akhir 2017, para turis mulai kembali ke Mesir dan menumbuhkan asa bagi para perajin asli yang semakin giat melestarikan seni Khayamiya. (Photo by Mohamed el-Shahed / AFP)