5 Nama Besar Besutan Ahmad Dhani sebelum 'Krisis Finansial'

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 05/03/2019 09:35 WIB
5 Nama Besar Besutan Ahmad Dhani sebelum 'Krisis Finansial' Sebelum terjun ke politik dan menjadi sosok yang kerap mengundang sensasi, Ahmad Dhani pernah punya nama besar di musik Indonesia. (ANTARA FOTO/Sigid Kunriawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebelum terjun ke politik dan menjadi sosok yang kerap mengundang sensasi, Ahmad Dhani pernah punya nama besar di musik Indonesia.

Bermusik sejak 1980-an, Dhani dikenal jago membuat lagu. Ia juga piawai memainkan instrumen musik, dan sedikit banyak harus diakui memiliki referensi musik lebih dari cukup.

Berstatus musisi, Dhani bukan anak band biasa. Ia pun kerap membidik dengan tepat dan menurut istilah Efek Rumah Kaca, ia bahkan bisa membentuk pasar. Berikut adalah lima 'medium' seorang Ahmad Dhani dalam bermusik, tak hanya berformat band, namun juga solois dan duo.



Dewa 19

Bersama Dewa 19, Dhani mengubah warna pop rock dalam negeri, bahkan sampai saat ini.

Dewa 19 bisa dibilang sebagai salah satu band terbaik negeri ini. Dhani adalah otak band asal Surabaya itu, meski kehadiran personel lain tak dapat dipungkiri perannya seperti Ari Lasso dan Andra Ramadhan.

Bersama-sama, mereka melahirkan album-album epik seperti Dewa 19, Format Masa Depan dan Terbaik Terbaik.

Ahmad Dhani pernah satu grup dengan Ari Lasso dalam Dewa 19.Ahmad Dhani pernah satu grup dengan Ari Lasso dalam Dewa 19. (ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi)

Meski Dewa 19 sendiri memiliki perjalanan panjang dan berliku, serta tak selalu berada di atas, namun mereka telah meninggalkan prototipe tak terbantahkan.

Dhani sendiri melesat menjadi figur kuat dan berhasil mengumpulkan banyak pundi-pundi yang salah satunya berwujud sebuah rumah berlantai empat di kawasan mewah Jakarta Selatan, lengkap dengan studio musik dan kolam renang.

[Gambas:Youtube]

Dewi Dewi

Lahir dengan format trio di pertengahan 2000-an, ada Tata Janeeta, Purie Andriani dan Ina Kamarie di dalam Dewi Dewi angkatan pertama. Saat itu boyband-girlband sedang populer, sehingga tak mengherankan jika Dhani ingin mencoba hal serupa.

Bedanya, Tata, Purie dan Ina memang mempunyai kualitas bagus. Warna vokal mereka berbeda-beda, menyanyikan lagu yang mendapatkan sentuhan ajaib Dhani. Kesempatan yang tidak diperoleh semua orang, saat itu.

Dewi Dewi formasi awal ini hanya memiliki satu album, yaitu Recycle +. Tak lama, Ina memutuskan keluar dari grup vokal yang dibawahi Republik Cinta Manajemen ini.

Seiring dengan Dhani yang tampaknya lantas 'berhenti' jadi musisi, masa depan Dewi Dewi jadi tak terlihat.

[Gambas:Youtube]


The Virgin

Dua orang perempuan, satu bergaya feminin memegang mic, satu bergaya tomboi memegang gitar. Ketika Dara dan Mitha keluar dengan 'Cinta Terlarang', publik seolah terkejut, karena pada saat itu format seperti ini memang langka.

Sebagian lantas berpendapat Dhani meniru gaya Tatu, duo asal Rusia yang masuk Indonesia dengan lagu 'All The Things She Said', lengkap dengan isu penyuka sesama jenis.

Dhani tak peduli, demikian juga Dara dan Mitha yang kemudian menelurkan empat album dan memiliki penggemar loyal, bahkan sampai sekarang meski The Virgin sudah tak pernah terdengar lagi kabarnya. Sekarang, Mitha malah lebih sibuk di belakang meja disjoki.

[Gambas:Youtube]

Ahmad Dhani & Andra Ramadhan

Setelah berbicara soal Ahmad Band, kurang afdol rasanya jika tak menyinggung karya Dhani yang satu ini.

Mungkin hanya proyek sampingan, atau Dhani hendak membuktikan sesuatu atau apapun, namun Ahmad Dhani dan Andra Ramadhan pernah punya lagu berjudul 'Kuldesak'. Tampaknya inilah cikal bakal Ahmad Band yang mengesankan itu.

'Kuldesak' sendiri sejatinya adalah sebuah film keroyokan karya Riri Riza, Nan Achnas, Mira Lesmana dan Rizal Mantovani yang rilis pada 1998. Film ini disebut menuturkan kehidupan kota Jakarta yang memiliki sisi ironi berupa kesepian. Ahmad Dhani dan Andra Ramadhan bertugas di departemen musik.

[Gambas:Youtube]


Ahmad Band

Yang satu ini terbilang sebuah masterpiece. Ahmad Band terdiri dari Dhani, Andra Ramadhan, Pay Siburian, Bongky dan Bimo Sulaksono.

Mereka hanya memiliki satu album amat idealis bertajuk 'Ideologi Sikap Otak' pada 1998, tahun yang juga mengubah sejarah Indonesia.

Ada 11 lagu dalam album tunggal tersebut, dengan single hit 'Aku Cinta Kau dan Dia'. Entah mengapa, band ini tampaknya berada di bawah radar popularitas, padahal kualitas karyanya di atas rata-rata.

Jelas, Dhani bukan sekadar anak band biasa. Ia pernah menuliskan lagu-lagu cinta mendayu yang tak terasa cengeng, tetapi juga memprotes kondisi saat itu dengan lirik tajam seperti dalam 'Distorsi', "Yang muda mabok, yang tua korup!"

[Gambas:Youtube]

[Gambas:Video CNN] (rea/asa)