'Primavera', Muara Kisah Personal Vira Talisa

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 02/03/2019 05:08 WIB
'Primavera', Muara Kisah Personal Vira Talisa Vira Talisa resmi melepas album perdananya yang bertajuk 'Primavera'. (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Solois Vira Talisa merilis album perdana bertajuk 'Primavera' secara digital melalui sejumlah layanan musik streaming. Kata Primavera diambil dari bahasa Italia yang berarti musim semi.

Musim semi, kata Vira, terasa tepat diartikan sebagai harapan baru yang tumbuh berkembang. Mengacu pada penjelasan tersebut, ia mengartikan album perdana ini lebih terang ketimbang mini album self titled yang ia rilis 2016 silam.

Primavera berisikan delapan lagu, yaitu Primavera, Janji Wibawa, Through the Shades of Paradise, He's Got Me Singin Again, Bunga, Down in Vieux Cannes, For the Time Being dan Matahari. Sebelumnya Janji Wibawa dan Down in Vieux Cannes sudah dirilis sebagai single.


Semua lagu tersebut ditulis dari sudut pandang personal Vira. Berbagai kejadian dan pengalaman yang pernah dilalui bermuara menjadi lagu.


"Lagu For the Time Being yang paling personal, lagu pertama yang gua buat untuk album ini. Lagu ini tentang refleksi diri apa saja yang sudah dilewati dan pengharapan ke depan lebih baik. Seperti ngobrol ke diri sendiri," kata Vira kepada CNNIndonesia.com melalui telepon, Jumat (1/3).

Lagu berikutnya yang tak kalah personal adalah He's Got Me Singin Again. Lagu ini bercerita tentang sosok Radityo Joko Bramantyo, pemain bas sekaligus kekasih Vira.

Vira menjelaskan sejak bertemu dengan Radityo, yang lantas jadi personel tambahan band Vira, ia mulai menulis lagu lagi. 

"Kalau enggak ketemu dia mungkin album ini enggak rilis. Dia membuat gue menjelajah sisi diri yang belum gue coba. Dari segi pembuatan musik dan lirik dia mendukung, peran dia besar," kata Vira.

Secara keseluruhan delapan lagu tersebut mengusung genre retro pop. Namun bila diperhatikan dengan rinci, pada beberapa lagu terdapat sentuhan samba dan bossa nova.


Lagu Primavera misalnya, lagu berdurasi hampir lima menit ini kental dengan sentuhan samba, dengan ketukan drum yang cukup cepat. Imbuhan gitar elektrik menambah rasa retro-pop. Kemudian lagu Down in Vieux Cannes terasa bossa nova melalui suara drum dan bass.

"Gue enggak pernah membatasi pop, sub genre pop bisa banyak bgt. Ragam genre apa yang dipilih dalam album ini mengalir aja, tapi ingin ada samba dan bossa nova," kata Vira.

Ia melanjutkan, "Di album ini lebih ingin membuka dan memberikan pernyataan, ke depan memungkinkan bikin lagu dengan genre lain."

Vira belum tahu akan mengadakan showcase perilisan album Primavera atau tidak. Saat ini ia mengaku dirinya dan tim masih sibuk mengurus album fisik yang direncanakan rilis antara bulan Mei atau Juni.

[Gambas:Video CNN] (rea)