Ulasan Konser

120 Menit Intim Bersama Adrian Yunan

Tim, CNN Indonesia | Senin, 01/04/2019 17:28 WIB
120 Menit Intim Bersama Adrian Yunan Adrian Yunan menuntaskan 'Sintas' dengan gemilang dalam konser solonya, Selasa (26/3). (CNN Indonesia/M Andika Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- 'Akrabi Adrian Yunan', tajuk konser yang Adrian Yunan gelar dengan bantuan Ruru Radio dan I Can Studio Live. Tajuk itu sangat tepat, karena keakraban dan keintiman dengan Adrian saya rasakan saat menyaksikan penampilannya di studio milik I Can Studio Live, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kurang lebih selama 120 menit.

Suasana intim langsung terasa ketika memasuki studio yang kurang lebih berukuran 10 x 10 meter, Adrian yang sudah di atas panggung mempersilakan pengunjung untuk duduk lesehan. Panggung yang hanya memiliki tinggi 30 cm didesain seperti ruang tamu. Ada sofa, lampu dan tiang untuk menggantung pakaian.

Adrian duduk sisi depan sebelah kanan panggung. Gitar sudah ia pangku, mikrofon sudah diatur sesuai dengan tinggi mulut. Pun pemain tambahan gitar dan drum sudah siap. Tinggal menunggu semua penonton masuk dan duduk bersila.


"Acara ini ide dari Ruru Radio, kerja sama dengan I Can Studio Live. Konser yang kecil dan intim, membuang sekat yang biasanya ada di konser," kata Adrian membuka penampilannya pada Selasa (26/3) lalu.


Suasana intim bertambah ketika Adrian menjelaskan maksud dari acara tersebut. Terlebih bagi pengunjung yang membeli tiket, nama mereka akan tercantum sebagai eksekutif produser video dan cakram padat alias compact disc (CD). Serasa mengerjakan musik bersama Adrian walau sebenarnya tidak.

Selama tampil Adrian sangat interaktif, hampir setiap setelah menyanyikan satu sampai dua lagu ia bercerita pada pengunjung. Mulai dari kisah di balik pembuatan lagu sampai bagaimana ia bertahan dari virus toksoplasma tingkat tinggi yang menyebabkannya kehilangan penglihatan.

Ia tak pernah menyangka bisa membuat album Sintas yang dirilis pada 2017 lalu saat sedang rehat dari dunia musik, kala ia sudah mengundurkan diri dari Efek Rumah Kaca. Semua lagu ia buat di rumah, tepatnya di ruang keluarga, tempat di mana ia biasa bekumpul dengan anak dan istri.

Panggung yang didesain seperti ruang tamu seakan menjadi gambaran bagaimana pembagian ruangan rumah Adrian. Sembari menunjuk ke bagian tengah dan kiri panggung, Adrian menjelaskan letak dan fungsi ruangan menurutnya.

120 Menit Intim Bersama Adrian YunanAdrian Yunan membawakan 'Komedi Situasi' bersama Elda dari Stars and Rabbit. (CNN Indonesia/M Andika Putra)

"Sebelah sana ada ruang tidur, tempat orang larut dalam kesunyian. Di sebelah sana ada ruang tamu, tempat berkumpul. Yang pasti ini rumah gue," kata Adrian usai menyanyikan lagu Mikrofon dan Lari.

Semua lagu dalam album Sintas Adrian nyanyikan dalam konser tersebut. Namun beberapa lagu ia bawakan dengan cara yang tidak biasa. Ketika membawakan lagu Terminal Laut dan Mainan, ia meminta istri dan anaknya untuk naik panggung. Duduk lesehan sembari memainkan boneka dekat Adrian.

Penampilan yang tidak biasa berikutnya adalah ketika Adrian pindah ke sebelah kiri panggung yang terdapat sofa kecil dan tiang gantung pakaian. Ia mengganti pakaian yang sebelumnya dengan piama kemudian duduk di sofa tersebut. Gitar, tetap ia bawa.

"Kita bertemu di kamar tidur, kamar tidur sebenarnya privat," kata Adrian.


Ia lanjut bercerita tentang orang-orang yang bertanya perasaannya setelah tidak bisa melihat. Menurutnya banyak orang yang tidak bertanya secara gamblang karena tidak enak. Pun ia bingung bagaimana menjelaskannya, ia hanya menjelaskan bahwa ketika mata tidak bisa melihat indera lain akan lebih peka.

"Salah satu indera yang lebih peka pendengaran. Gue bingung bagaimana menceritakannya. Silakan kalian pakai tutup mata, kira-kira seperti itu yang gua rasakan," kata Adrian sebelum membawakan lagu Ruang Yang Sama.

Nyaman rasanya mendengarkan lagu itu sembari menutup mata. Terlebih kualitas audio studio I Can Studio Live bagus, tidak terdengar adanya cacat. Selain karena studio yang didesain untuk ruang penampilan, suara yang bagus tak lepas dari musisi yang memainkan alat musik.

Adrian juga sempat berkolaborasi dengan musisi lain. Ia mengajak personel Stars and Rabbit, Elda, untuk menyanyikan Komedi Situasi dan personel Pandai Besi, Abigail, untuk menyanyikan lagu Tak Ada Histeria.


Lewat kesempatan yang sama, Adrian memperkenalkan sejumlah lagu baru. Beberapa di antaranya adalah Kasino, Tembang Rakyat dan Mencar. Kasino ia buat karena menggemari mendiang Kasino yang berprofesi sebagai aktor dan komedian. Sementara Tembang Rakyat ditulisnya sebagai respons terhadap RUU Permusikan.

Seperti kurang puas melihat penampilan Adrian, pengunjung berteriak 'we want more'. Setelah dibujuk oleh penonton, Adrian akhirnya membawakan lagu Satu Jam Saja sebagai encore.

Penampilan mengesankan Adrian yang akrab dan intim sebenarnya sederhana, namun sarat makna.

[Gambas:Video CNN] (adp/rea)