Jesse Ruben, Musisi yang Menolak Kalah Melawan 'Lyme'

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 31/03/2019 11:08 WIB
Jesse Ruben, Musisi yang Menolak Kalah Melawan 'Lyme' Jesse Ruben, penyanyi yang harus memperjuangkan hidupnya. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Butuh waktu selama sembilan bulan dan lebih dari selusin dokter untuk mendiagnosa penyakit yang diidap penyanyi solo Jesse Ruben. Pada medio 2012 ia divonis mengidap penyakit lyme, disebabkan oleh bakteri yang ditularkan lewat kutu. Kurang lebih penyakit itu ia derita selama tiga setengah tahun.

Kegiatan Jesse selama sakit sangat membosankan. Setiap hari setelah bangun, ia pergi ke rumah sakit, kembali ke rumah dan kemudian tidur. Selama sakit, kehidupannya seperti direnggut dan dikendalikan oleh penyakit hingga tak bisa berbuat apa-apa.

Mau tak mau Jesse berhenti melakukan kegiatan yang biasa ia lakukan seperti bepergian, menulis dan bermusik. Padahal ia sangat menyukai musik dan sempat menimba ilmu di Berklee College of Music.


"Itu bagian yang sangat menakutkan dalam hidup saya, saya sangat senang itu sudah berlalu. (saat pertama kali sakit) Tiba-tiba saya merasa merasa tidak enak badan dan terus memburuk selama hampir satu tahun," kata Jesse saat berkunjung ke kantor CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.


Jesse sempat mengatakan ingin meninggal karena sakit yang ia idap tak kunjung hilang. Ia merasa berada di titik terendah dalam hidupnya. Beruntung ia dikelilingi oleh orang-orang yang siap membantu saat suka dan duka.

Ia juga sempat berandai apakah masih bisa bermusik atau tidak. Ia membayangkan tampil di atas panggung, memainkan gitar sembari membawakan lagu yang ia tulis sendiri. Sejak kecil ia selalu bercita-cita menjadi musisi. Tak ada yang lain.

Darah musik seperti mengalir di darah musisi asal Amerika Serikat ini. Ayahnya merupakan seorang penyanyi dan gitaris, sama sepertinya. Bahkan kakeknya dan kakek buyutnya juga seorang musisi.

Keinginan bermusik sejak kecil membuat Jesse bangkit secara perlahan saat kondisi tubuhnya mulai membaik. Ia kembali menulis lagu dan memperdengarkan kepada temannya bernama Kyle Patrick, mantan personel Click Five yang kini lebih aktif di belakang layar sebagai produser.

Jesse Ruben, Musisi yang Bangkit dari KeterpurukanJesse Ruben harus bertarung memperjuangkan hidup sebelum bermusik. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)

"Lagu This Is Why I Need You adalah lagu pertama yang saya tulis saat kondisi membaik. Ketika kalian sakit dalam waktu yang lama, kalian khawatir apakah bisa membaik dan melakukan kegiatan musik lagi," kata Jesse.

Jesse melanjutkan, "Ketika menulis lagu itu, saya menyelesaikannya dan berpikir bahwa saya masih bisa, saya masih bisa menulis lagu. Banyak orang di dunia yang berhubungan dengan lagu itu. Di Spotify lagu itu diputar paling banyak di Jakarta."

Lagu itu merupakan bentuk terima kasih kepada Jesse kepada semua orang yang membantunya selama sakit dan mendukungnya untuk terus bermusik sampai saat ini. Kata 'you' dalam lagu itu ditujukan kepada semua orang yang pernah membantunya.

Bukan hanya This Is Why I Need You, Jesse membuat puluhan lagu yang lantas diperdengarkannya kepada Kyle. Mereka berdiskusi untuk memilih lagu yang bagus, hingga terpilih Ours, Simple Little Ballad, Nothin's Gonna Bring Me Down, First Day Of Summer dan This Is Why I Need You.

Lima lagu tersebut akan dirilis dalam extended play (EP) atau mini album bertajuk Hope. Kurang lebih proses pengerjaan Hope dari awal sampai akhir memakan waktu selama dua setengah tahun. Kyle mengingat bagaimana mereka merekam lagu tersebut.


"Kami mulai rekaman lagu di apartemen saya yang kecil, dia merekam vokal di kloset. Hal yang saya sukai dari Jesse adalah lirik, saya merasa Jesse selalu lebih baik menulis lirik dari sebelumnya," kata Kyle.

Kyle melanjutkan, "Jesse punya cara sendiri untuk menulis lirik, ketika saya seperti memberikan puzzle, ia menyatukan menjadi sesuatu sesuai yang saya maksud dan saya rasa."

Meski sudah saling kenal sejak tahun 2005, bukan berarti Jesse dan Kyle tidak pernah selisih pendapat. Sebagai produser Kyle sering mengkritik dengan tujuan Jesse akan menghasilkan karya terbaik. Jesse merasa paling benar, pun begitu Kyle.

Namun, kata Jesse, mereka berdua tidak pernah selisih pendapat sampai saling berteriak satu sama lain. Mereka selalu bisa menemukan titik tengah.

"Kami punya kelebihan berbeda yang melengkapi satu sama lain," kata Kyle menambahkan.


Tonton juga: VIDEO: Di Balik 'This Is Why I Need You' Jesse Ruben
[Gambas:Video CNN] (adp/rea)