Bakar Buku Harry Potter, Paroki Katolik Polandia Tuai Hujatan

Associated Press, CNN Indonesia | Rabu, 03/04/2019 15:43 WIB
Bakar Buku Harry Potter, Paroki Katolik Polandia Tuai Hujatan Sebuah paroki Katolik di Polandia menuai hujatan usai membakar buku Harry Potter karena menilai buku itu membawa pengaruh jahat. (AFP PHOTO/Pascal Le Segretain/Getty Images)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah biarawan Katolik di utara Polandia menuai kritikan netizen usai gambar mereka membakar buku-buku, termasuk serial Harry Potter, diunggah ke internet.

Mereka membakar buku serial Harry Potter bersama dengan tumpukan barang lainnya karena menganggap membawa pengaruh jahat kepada umat.

Gambar-gambar aktivitas mereka di Paroki Bunda Gdansk diunggah di Facebook pada Minggu (31/3) oleh lembaga Katolik, SMS z Nieba Foundation.


Dalam gambar tersebut, tampak api melahap sejumlah barang seperti topeng kayu Afrika, patung kecil Budha, patung gajah, dan buku-buku kepribadian dan sihir, serta serial karya JK Rowling tersebut.


Barang-barang tersebut dibawa oleh jemaat yang menaati nasihat para biarawan untuk membersihkan rumah mereka dari benda-benda yang membawa pengaruh jahat.

Gereja merupakan pihak yang berpengaruh di Polandia dan mereka telah menyebut serial laris di dunia tersebut mendukung aktivitas magis.

Dalam foto yang diunggah ke internet, para biarawan, pastur, dan putra altar menyaksikan aktivitas pembakaran tersebut.

Mereka mengatakan pembakaran tersebut dilakukan dengan tujuan mengingatkan umat akan pengaruh buruk yang dianggap berasal dari sihir dan ilmu gaib.

Unggahan itu pun viral dan menuai komentar netizen. Banyak komentar menyebut aktifitas tersebut juga terjadi saat berada di bawah penguasaan Nazi Jerman sebelum Perang Dunia II.


Beberapa netizen mengatakan aktivitas tersebut mengajarkan kebencian dan bertanya tindakan selanjutnya apakah berupa pembakaran orang yang dituduh sebagai penyihir dan dukun seperti pada Abad Pertengahan di Eropa.

Seorang netizen yang komentarnya populer menyatakan bahwa pembakaran tersebut lebih mirip sebagai tanda kekalahan iman atas takhayul.

Pastur Wojciech Parafianowicz, juru bicara Keuskupan Koszalin menyatakan ketidaksetujuannya atas tindakan pembakaran tersebut. Menurutnya, meski bertujuan sebagai kegiatan keimanan, namun cara yang dilakukan ia nilai salah.

Akan tetapi, ketika berbicara dengan media lokal, Parafianowicz berpendapat bahwa pengkultusan dan sihir telah membawa pengaruh buruk pada kehidupan manusia. (end)