20 Tahun Dicuri, Lukisan Pablo Picasso Kembali

Associated Press, CNN Indonesia | Rabu, 27/03/2019 17:08 WIB
20 Tahun Dicuri, Lukisan Pablo Picasso Kembali Sebuah lukisan karya Pablo Picasso bertajuk 'Buste de Femme' yang hilang 20 tahun lalu kini telah kembali dan diperbaiki oleh seorang detektif seni. (Arthur Brand via AP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang penyelidik seni asal Belanda mengatakan dirinya telah memperbaiki lukisan berharga karya Pablo Picasso 20 tahun setelah dicuri dari kapal yacht mewah di Prancis.

Arthur Brand mengatakan kepada The Associated Press bahwa dirinya mengambil alih kepemilikan lukisan bernama Buste de Femme buatan 1938 itu pada dua pekan yang lalu, setelah mencarinya bertahun-tahun di Amsterdam.

Semenjak mendapatkan lukisan itu, detektif seni yang pernah menemukan sepasang patung kuda perunggu untuk Adolf Hitler tersebut yakin bahwa lukisan itu bernilai sekitar US$28 juta. Kini, lukisan tersebut telah diserahkan kepada pihak asuransi.


Namun belum jelas apa yang terjadi dengan lukisan tersebut saat menghilang.

Brand mengatakan dia mengetahui keaslian lukisan itu begitu menyentuh karya tersebut saat membuka plastik yang membungkus kanvasnya.


"Anda tahu itu karya Picasso karena ada magis di dalamnya," katanya.

Namun bukan hanya itu alasan Brand untuk yakin akan keaslian lukisan tersebut. Ia menyebut bahwa sejak dicuri dari yacht, sejumlah lukisan palsu telah ditawarkan kepada pihak asuransi dan ditolak.

"Namun si pemalsu tak akan tahu bagaimana bentuk belakangnya," kata Brand tanpa menyebutkan secara lebih detail.

"Ketika saya melihat bagian belakang lukisan, saya tahu ini lah yang asli," lanjutnya.

Brand menyebut memulai penyelidikan dan pencarian lukisan tersebut begitu mendengar kabar pencurian itu. Hingga kemudian, ia menemukan seseorang yang sempat memiliki lukisan tersebut 10 tahun lalu.

Orang itu, disebut Brand, menyebutkan ciri-ciri lukisan asli tersebut. Lukisan itu sendiri disebut Brand sudah beredar di dunia kriminal Belanda.


"Lukisan itu digunakan sebagai semacam uang atas pembayaran transaksi narkoba dan senjata," kata Brand.

Kemudian, seseorang yang memiliki lukisan tersebut menginginkan untuk melepas dan memutuskan menghubungi Brand.

Martin Finkelnberg, kepala polisi tim kriminalitas seni dan barang antik nasional Belanda, menyambut dengan tangan terbuka atas pemulihan lukisan tersebut. Polisi sendiri tidak menahan siapa pun atas kasus ini.

Finkelnberg mengatakan media lokal De Volkskrant bahwa memiliki lukisan tersebut bisa menjadi beban dan membawanya ke Brand adalah sebuah tindakan yang benar.

"Selesai. Semua orang senang," kata Finkelnberg. "Hal yang terpenting adalah bahwa karya seni itu kembali,"

(end)