Iwan Fals Soal Jokowi Menang Pilpres 2019: Alhamdulillah

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 21/05/2019 07:16 WIB
Iwan Fals Soal Jokowi Menang Pilpres 2019: Alhamdulillah Selain bersyukur KPU telah mengumumkan hasil Pilpres 2019, Iwan Fals juga sempat mengimbau kedua kubu untuk bekerja sama demi Indonesia. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Musisi Iwan Fals memberikan komentar terkait kabar hasil pengumuman rekapitulasi KPU atas Pilpres 2019 yang memenangkan pasangan nomor urut 01 Jokowi-Amin, Selasa (21/5) dini hari.

Iwan mengisyaratkan rasa terkejutnya karena pengumuman hasil tersebut lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya yaitu pada 22 Mei 2019.

"Wuiiih klo berita ini benar, berarti lebih cepat sehari ya, dari rencana...Alhamdulillah...," kata Iwan melalui unggahan di media sosialnya, Selasa (21/5).




Sebelum mengetahui terkait hasil Pilpres 2019, Iwan sempat berkicau di media sosialnya mengimbau kepada pihak yang menang untuk merangkul yang kalah dan bekerja sama untuk kejayaan Indonesia.

"Selepas ini semua, sebaiknya yg menang ajak yg kalah bekerjasama (klo gak ada masalah hukum) bagaimanapun diantara gegap gempitanya para pendukung, masing2 pihak sudah taulah kelebihan maupun kekurangannya, sy pikir baik utk saling bahu membahu demi kejayaan..[Indonesia]"



Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebelumnya telah menetapkan pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai pemenang dalam Pilpres 2019. Mereka memperoleh 85.607.362 suara sah.

Raihan suara Jokowi-Ma'ruf setara dengan 55,50 persen dari total suara sah di Pilpres 2019 sebanyak 154.257.601 suara.


Hal itu ditetapkan dalam Rapat Pleno Rekapitulasi Perolehan Suara Tingkat Nasional Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta, Selasa (21/5) dini hari pukul 01.46 WIB. Rapat dipimpin Ketua KPU Arief Budiman.

Sementara pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat 68.650.239 suara sah. Dengan kata lain, Paslon 02 meraih 44,50 persen dari total suara sah.

KPU mencatat ada 199.987.870 pemilih dalam Pilpres 2019. Sementara 158.012.506 orang atau 81,79 persen di antaranya menggunakan hak pilih. (end)