FOTO: Agung Kota Mawar Petra

Reuters, CNN Indonesia | Senin, 10/06/2019 18:23 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Bangunan-bangunan berpilar warna merah mawar di kota Petra pernah menjadi bukti bagaimana kota di Yordania ini menjadi salah satu pusat perdagangan dunia.

Bendera Yordania berkebar di hadapan biara Nabatean (Ad Deir) di kota kuno Petra di Yordania. Kota yang dibangun ribuan tahun lampau ini merupakan salah satu tujuan paling populer di negara tersebut dan pernah dipilih sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia pada 2007. (Photo by THOMAS COEX / AFP)
Di masa lampau, Petra merupakan ibu kota dari kekaisaran Nabatean, yang pada masa 400 SM hingga tahun 106 setelah masehi menjadi salah satu pusat perdagangan dunia. (Photo by THOMAS COEX / AFP)
Setelah masa kejayannya lampau, Petra sempat menghilang dari 'peradaban' dunia, disembunyikan oleh gurun yang luas. Reruntuhan bangunannya yang agung ditinggalkan oleh para penghuni. (Photo by THOMAS COEX / AFP)
Petra baru mulai ditemukan dan digali lagi pada awal 1800-an. Sejak saat itulah nama kota kuno ini kembali mulai terkenal di dunia, terutama di negara-negara barat. (Photo by THOMAS COEX / AFP)
Petra pun mulai sering digunakan untuk syuting film-film Hollywood, dengan salah satu yang paling terkenal adalah Indiana Jones and The Last Crusade serta Transformers. Kedua film itu melambungkan nama Petra dan menjadikannya salah satu tujuan wisata dambaan banyak orang. (Photo by THOMAS COEX / AFP)
Foto menunjukkan salah satu teater terbuka yang terdapat di Petra. Kota yang terletak 240 kilometer dari ibu kota Yordania, Amman, ini juga dikenal sebagai
Selain karena keindahan arsitektur, Petra juga dikenal memiliki sistem irigasi yang baik yang membuat penduduknya di masa lalu mampu bertahan di tengah-tengah iklim gurun yang ganas. (Photo by THOMAS COEX / AFP)
Petra sendiri mulai kehilangan redup pada tahun 106 (setelah masehi) ketika Kekaisaran Roma mengambil alih kota tersebut dan perdagangan menggunakan jalur laut semakin penting. Pilar-pilar keagungan kota ini pun kini hanya menjadi sejarah dan masa lalu yang terkadang ditengok kembali. (Photo by THOMAS COEX / AFP)