Trailer Film 'Perburuan' Resmi Dirilis

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 04/07/2019 16:30 WIB
Trailer Film 'Perburuan' Resmi Dirilis Trailer film 'Perburuan' resmi dirilis pada Kamis (4/7). (CNN Indonesia/Tara Imann)
Jakarta, CNN Indonesia -- Trailer Perburuan secara resmi dirilis pada hari ini, Kamis (4/7). Dalam video berdurasi, trailer ini menampilkan aksi Adipati Dolken sebagai Hardo, seorang bekas komandan pleton pasukan Pembela Tanah Air (PETA).

Dia dicari-cari, diburu ke berbagai penjuru oleh Sidokan, tentara Jepang. Adipati tampil cukup mengesankan, sayang tampilan rambut gondrong dan jenggot brewoknya saat dalam pelarian terlihat seperti riasan semata.


Selain aksi Adipati, trailer ini juga menampilkan aksi pendukung dari aktor dan aktris seperti Ayushita sebagai kekasih Hardo, Michael Kho sebagai Sidokan, Ernest Samudra, Khiva Iskak, Rizky Mocil, dan Egy Fedly.


[Gambas:Youtube]

Film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Pramoedya Ananta Toer ini berfokus pada kisah Hardo (diperankan Adipati Dolken), seorang bekas komandan pleton dalam pasukan Pembela Tanah Air (PETA) yang kemudian melakukan perlawanan terhadap Jepang. Pada akhirnya ia diburu karena dianggap sebagai musuh negara.

Perburuan menjadi proyek kedua rumah produksi Falcon Pictures yang mengadaptasi tulisan Pramoedya. Sebelumnya, mereka juga memiliki Bumi Manusia. Kedua film tersebut dijadwalkan tayang bersamaan pada 15 Agustus mendatang.

Adipati Dolken bakal berperan menjadi Hardo, tokoh utama dalam 'Perburuan'. (AFP PHOTO / BAHTIAR)

Produser Falcon Pictures, Frederica menegaskan penayangan bersamaan itu bukan untuk menonjolkan persaingan antar kedua film, tetapi lebih kepada cara merayakan karya-karya seorang Pramoedya Ananta Toer.

"Perburuan ini (dibuat) atas rekomendasi dari pihak keluarga. Menurut kami, Adipati adalah salah satu aktor terbaik Indonesia. Kami yakin salah satu novel terbaik Pram akan diperankan dengan baik juga oleh Adipati," kata Frederica.

Ia menambahkan, "Jadi ini adalah karya Pak Pram yang sama masterpiece, sama-sama ditulis dari balik jeruji penjara, sama-sama ditulis naskahnya. Dasar itu sebenarnya yang meyakini kami kenapa melakukannya secara spesial untuk perilisan dua film sekaligus."

"Kami merasa dua karya besar ini harus dirayakan bersama. Makanya kami lakukan di Agustus ini, di bulannya Pramoedya Ananta Toer," ujar Frederica.


Sang sutradara Richard Oh pun berbagi soal tantangan selama penggarapan film Perburuan ini.

"Tantangan sutradara itu bukan tipe yang terbiasa dia lakukan, sutradara ingin ditantang dengan sebuah proyek yang mungkin dia sudah lihat visi. Dengan Perburuan, saya juga demikian. Dari sana saya eksplorasi dan temukan berbagai kesulitan, 80 persen mengambil latar di outdoor, syuting pagi hingga pagi, masalah pencahayaan dan lain-lain, banyak kendala yg kita hadapi," ungkapnya.

Lebih lanjut, Richard mengatakan bahwa yang paling sulit dari proyek ini adalah menangkap jiwa sang penulis cerita, yakni Pramoedya Ananta Toer.

"Saya kenal beliau, dia ingin dialognya disampaikan dan dipresentasikan dalam film, disampaikan kepada penonton," ujarnya.

[Gambas:Video CNN] (agn/rea)