Daesung BIGBANG Tanggapi Bisnis Prostitusi di Gedung Miliknya

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 26/07/2019 12:50 WIB
Daesung BIGBANG Tanggapi Bisnis Prostitusi di Gedung Miliknya Daesung BIGBANG meminta maaf pada publik atas dugaan praktik prostitusi yang dijalankan di dalam gedung miliknya. (dok. YG Entertainment)
Jakarta, CNN Indonesia -- Member boyband Korea Selatan BIGBANG, Daesung, buka suara terkait aktivitas bisnis hiburan ilegal dalam gedung yang ia miliki di kawasan Gangnam. Hal itu disampaikan melalui pernyataan resmi YG Entertainment.

"Halo, saya Daesung. Pertama-tama, saya ingin meminta maaf karena menyapa semua karena permasalahan ini sementara saya masih menjalani wajib militer yang membuat khawatir banyak orang," ucap Daesung melansir Soompi, Jumat (26/7).

Hal ini disampaikan menyikapi pemberitaan saluran 'A' yang melaporkan terjadi bisnis prostitusi dalam gedung delapan lantai milik Daesung tersebut.


Staf produksi News A disebut menyambangi gedung tersebut dan tidak menemukan papan nama bisnis di luar bangunan. Lantai tiga gedung tersebut juga tak dapat diakses melalui lift.


Sementara itu, lantai delapan yang terdaftar sebagai studio foto dilindungi dengan pagar besi dan tidak bisa diakses masyarakat umum.

News A mengonfirmasi bisnis yang terjadi dalam gedung itu hanya bisa dilakukan anggota resmi. Beberapa sumber menyebutkan pelanggan terlihat bersama wanita sebelum keluar bersama.

Daesung mengakui bangunan yang disebut dalam pemberitaan tersebut memang terdaftar atas namanya. Ia membeli gedung itu pada 2017 seharga 31 miliar won atau sekitar Rp367,9 miliar.

Bangunan yang terletak di pusat kawasan Gangnam ini bisa menghasilkan 100 miliar won atau sekitar Rp1,187 triliun per bulan hanya dari hasil sewa.

Daesung BIGBANG Tanggapi Bisnis Prostitusi di Gedung MiliknyaDaesung (pertama dari kanan) mengaku tak tahu menahu soal praktik ilegal yang terjadi di dalam gedung miliknya. (dok. BIGBANG via Facebook)
Daesung menyatakan gedung itu dibeli benar-benar sesaat sebelum dirinya masuk wajib militer. Sehingga saat itu ia tak sempat mengatur kembali bangunan tersebut.

"Saya langsung menjalani wajib militer tak lama setelah membelinya. Saya meminta maaf atas kelalaian mengatur bangunan tersebut," kata Daesung, kembali meminta maaf.


"Saat membeli gedung, bisnis itu sudah di sana dan saya tak tahu bisnis yang dilakukan adalah ilegal," lanjutnya.

Oleh sebab itu, ia mengatakan akan mengambil langkah hukum setelah mengetahui gedungnya digunakan untuk bisnis ilegal. Menurutnya, hal itu perlu segera dilakukan selaku pemilik gedung.

"Saya minta maaf karena terlambat menyadari hal itu. Saya akan melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan permasalahan ini. Terima kasih," ucap Daesung.

[Gambas:Video CNN] (chri/rea)