Keputusan ini didukung pula oleh mantan pemilik bioskop Century Aurora. Masyarakat setempat mengingat peristiwa mengejutkan sebagai sebuah tragedi, ketika seorang pria melepaskan tembakan membabi buta saat penayangan tengah malam film Batman.
Empat keluarga korban, yakni Jessica Ghawi, Alexander J. Boik, Ashley Mose, dan Tina Coon menulis sebuah surat terbuka kepada CEO Warner Bros. Mereka menyebut merasa sedih dan prihatin ketika 'mengetahui Warner Bros merilis film berjudul Joker yang mempresentasikan karakter itu sebagai seorang protagonis dengan cerita yang mengundang simpati'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami meminta Anda untuk menggunakan platform besar dan pengaruh Anda untuk bergabung dengan perjuangan kami membangun komunitas aman dengan lebih sedikit senjata api," ujar surat terbuka tersebut, melansir Aceshowbiz.
"Para pembuat hukum itu benar-benar meletakkan pelanggan dan pegawai Anda dalam bahaya. Gunakan pengaruh politik Anda dan pengaruh di Kongres untuk aktif melobi reformasi senjata," lanjut surat itu.
"Menjaga setiap orang tetap aman seharusnya menjadi prioritas utama untuk Warner Brothers. Bantulah orang-orang yang selamat dari kekerasan senjata, dan mengurangi kekerasan senjata setiap hari di komunitas Anda."
Film 'Joker' disebut memotret kehidupan Arthur Fleck, nama asli Joker, dari sudut yang benar-benar berbeda. (dok. Warner Bros Pictures via YouTube) |
Penembakan massal itu menjadi perhatian internasional. Warner Bros sendiri mendonasikan US$2 juta atau sekitar Rp28 miliar untuk para keluarga korban.
Joker dijadwalkan tayang pada Oktober mendatang. Film yang disutradarai oleh Todd Phillips ini menjadi salah satu yang paling ditunggu penggemar di 2019.
[Gambas:Video CNN]
Film 'Joker' disebut memotret kehidupan Arthur Fleck, nama asli Joker, dari sudut yang benar-benar berbeda. (dok. Warner Bros Pictures via YouTube)