Film Joker sendiri akan mulai tayang pada awal Oktober ini, dan masyarakat tak dapat melupakan peristiwa penembakan massal yang terjadi di penayangan film Batman, The Dark Knight Rises, pada 2012 silam di Colorado. Saat itu, 12 orang tewas akibat peluru panas yang dilepaskan secara membabi-buta oleh seorang pria dari depan layar bioskop.
Angkatan Darat AS mengonfirmasi telah mengirim catatan khusus kepada komandan di Fort Sill, Oklahoma, tentang potensi ancaman kekerasan yang ditemukan dalam sebuah forum diskusi di internet. Diskusi itu diduga berbicara soal target penembakan di bioskop.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimanapun, pihak LAPD menjelaskan pada CNN bahwa mereka menyadari kekhawatiran publik saat ini, mengingat tragedi The Dark Knight Rises di Colorado. "Belum ada ancaman jelas di area Los Angeles, kepolisian akan tetap mengawasi bioskop-bioskop saat tayangnya [Joker] nanti," ujar pihak berwajib.
Salah satu jaringan bioskop di Los Angeles, Landmark yang membawahi 52 bioskop disebut telah memperpanjang larangan penggunaan topeng dan senjata mainan, termasuk kostum apapun, saat penayangan Joker.
"Kami ingin semua tamu yang datang menikmati Joker sesuai dengan pencapaian sinematiknya. Tetapi tidak boleh ada topeng, wajah yang dilukis atau kostum yang diperbolehkan masuk," ujar Landmark dalam pernyataan resmi.
'Joker' menjadi salah satu film yang paling diantisipasi tahun ini. (Foto: Dok. Warner Bros Pictures via YouTube) |
Dalam sebuah wawancara, Joaquin Phoenix sendiri mengungkapkan dirinya amat yakin Joker akan membuat penonton merasa tak nyaman. Sebelumnya, Phillips menegaskan bahwa film ini tidak diperuntukkan kepada anak-anak.
Jalan cerita dan aksi cemerlang Phoenix membuat Joker digadang sebagai salah satu unggulan Oscar 2020. Saat diputar di Venice Film Festival 2019, film ini mendapat penghormatan panjang dari para penonton.
[Gambas:Video CNN] (rea)
'Joker' menjadi salah satu film yang paling diantisipasi tahun ini. (Foto: Dok. Warner Bros Pictures via YouTube)