Main di 'Perempuan Tanah Jahanam', Christine Hakim 'Pasrah'

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 10/10/2019 20:30 WIB
Main di 'Perempuan Tanah Jahanam', Christine Hakim 'Pasrah' Aktris senior Christine Hakim merasa tak punya banyak pilihan selain mengikuti arahan sutradara 'Perempuan Tanah Jahanam'. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aktris Christine Hakim merasakan banyak kejutan saat syuting film Perempuan Tanah Jahanam. Kejutan itu datang dari Joko Anwar selaku sutradara dan penulis naskah.

"Banyak kejutan (arahan dari sutradara) di lokasi syuting, tapi saya enggak punya pilihan. Sutradara pasti punya maksud dan saya jalankan semaksimal mungkin," kata Christine saat jumpa media di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (10/10).

Dalam Perempuan Tanah Jahanam, Christine memerankan karakter Nyi Misni yang merupakan salah satu tetua desa. Penjelasan Christine tersebut merujuk pada beberapa adegan Nyi Misni dengan aksi yang terbilang menegangkan.


"Kalau pakai nalar dan logika, saya enggak 'ketemu' sama karakter Nyi Misni. Akhirnya saya jalankan dengan sepenuh hati," kata aktris peraih Piala Citra tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Joko mengaku bahwa Christine Hakim sebagai pemeran Nyi Misni sudah ada dalam pikirannya sejak naskah Perempuan Tanah Jahanam rampung pada 2009.  Ia pun rela 'mengejar' sang aktris sampai ke Yogyakarta. 

"Sering kebawa mimpi karena dulu intens. Kayak kenal enggak kenal sama karakter Nyi Misni ini. Ya karakter ini Christine Hakim," kata Joko.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Perempuan Tanah Jahanam baru digarap tahun ini karena membutuhkan teknis dan estetika yang halus. Joko harus menunggu 10 tahun lamanya agar dapat merealisasikan pemikirannya soal film tersebut. 
Main di 'Perempuan Tanah Jahanam', Christine Hakim 'Pasrah'Film 'Perempuan Tanah Jahanam' membutuhkan waktu 10 tahun sampai realisasinya. (dok. Base Indonesia/YouTube)
Cerita Perempuan Tanah Jahanam merupakan kontemplasi Joko tentang fungsi keluarga seperti ibu, bapak, dan anak. Ia mengakui bahwa naskah ditulis ketika dirinya sedang banyak pikiran tentang keluarga.

Sutradara berusia 43 tahun ini juga sempat melakukan riset untuk menjaga otentisitas cerita. Ia bersama tim perempuan menghabiskan waktu sampai tiga bulan untuk mencari desa yang sesuai dengan deskripsi di naskah, namun gagal menemukannya.

"Art director kenal pecinta alam yang ketemu hutan di sebuah tempat. Katanya ke hutan itu 30 menit, tapi dua jam enggak sampai. Akhirnya buka jalan dan syuting ke situ," kata Joko.

Sejumlah aktor yang turut berperan dalam Perempuan Tanah Jahanam berasal dari kawasan di mana tempat itu menjadi lokasi syuting. Seperti daerah di Malang, Gempol, Palapakis, Lumbang, Bromo, Lumajang, Ijen, dan Banyuwangi.

[Gambas:Video CNN] (adp/rea)