Melissa tidak menyebutkan nama mantan pasangannya secara eksplisit, namun dalam video, ia menggambarkan si pelaku sebagai seorang pria yang menarik, lucu, manipulatif, licik, juga berusia lebih muda darinya.
"Saya adalah seorang penyintas yang selamat dari kekerasan dalam rumah tangga atau kekerasan dari pasangan intim, yang tidak pernah saya duga bakal saya siarkan," katanya, mengawali video berdurasi hampir 15 menit tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebenaran yang saya pelajari adalah saya tahu rasanya dijatuhkan dan dipukuli berulang kali, begitu keras sampai saya bisa merasa angin keluar dari saya, rambut yang ditarik di sepanjang trotoar, kepala yang diduduki, dicubit sampai kulit terluka, didorong menabrak tembok sampai catnya retak, dicekik," ujar Melissa kemudian.
Seiring berjalannya waktu, Mellisa mengaku dirinya sendiri jadi melakukan kekerasan dengan melawan balik. Namun setelah insiden pelemparan ponsel, ia memutuskan meninggalkan pasangannya.
Keberanian mengungkap pengalaman jadi korban kekerasan domestik Melissa Benoist mendapat pujian dari banyak orang. (Dia Dipasupil/Getty Images/AFP) |
"Bekerja menjadi subyek sensitif. Dia [pasangan] tidak mau saya melakoni adegan ciuman atau adegan genit, yang sangat sulit saya hindari. Jadi saya mulai menolak audisi, tawaran pekerjaan, ujian, persahabatan karena saya tak ingin menyakitinya," kata Melissa.
Wanita 31 tahun itu menutup video dengan mengatakan dia akan pulih dari trauma itu. Melissa sempat mengutip statistik dari Departemen Kehakiman AS bahwa satu dari empat wanita di AS berusia 18 tahun ke atas pernah mengalami kekerasan fisik setidaknya sekali dalam seumur hidup.
Mengutip Variety, produser eksekutif Supergirl Greg Berlanti dan Sarah Schecter menganggap Melissa Benoist bagai 'seorang pahlawan sejati, baik di dalam maupun di luar layar'.
"Dia wanita luar biasa dan kami bangga untuk berdiri mendampinginya dan di belakangnya. Kami bersorak untuk keberaniannya dan kekuatannya dan kami bergabung dengannya dalam harapan aksi kejujuran ini membuat orang lain berani berbicara dan mendapatkan rasa aman dan dukungan. Kami mencintaimu, Melissa," tulis mereka sebagai respons atas video Melissa tersebut.
[Gambas:Video CNN] (daf/rea)
Keberanian mengungkap pengalaman jadi korban kekerasan domestik Melissa Benoist mendapat pujian dari banyak orang. (Dia Dipasupil/Getty Images/AFP)