"Lagu-lagu Roxette merupakan soundtrack kehidupan remaja saya. Terima kasih atas inspirasi dan musiknya 🖤#RIPMarieFredriksson 🖤 #Roxette," tulis Anggun melalui Instagram sembari mengunggah foto potongan koran bergambar Roxette.
Kolom komentar Anggun langsung dibanjiri ucapan duka dari para warganet, termasuk seniman sekaligus fotografer Agan Harahap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Instagram]
"Maria meninggalkan warisan musik yang luar biasa untuk kita. Suaranya yang mengagumkan, kuat, dan sensitif di saat bersamaan, dan penampilan panggung yang magis akan terus diingat oleh kita yang cukup beruntung pernah menyaksikannya," demikian pernyataan manajemen Dimberg Jernberg.
Pernyataan itu berlanjut, "Namun, kita juga akan mengingat pribadi cantik dengan semangat hidup besar, seorang perempuan berhati besar yang peduli pada siapapun yang ia temui."
Roxette pun terpaksa vakum selama beberapa tahun. Pada 2009, mereka mulai tampil lagi dan bahkan merilis sejumlah album, yakni Charm School (2011), Travelling (2012), dan Good Karma (2016).
Namun, Roxette tak dapat terus berjalan setelah pada 2016, dokter menyarankan Fredriksson untuk berhenti tur dan memprioritaskan kesehatannya.
Perjalanan Roxette pun berhenti setelah dimulai pada 1986 silam, ketika Fredriksson membentuk proyek musik tersebut bersama Per Gessle.
Sebelum membentuk Roxette, Fredriksson terlebih dulu menjajal proyek solo. Namun, Roxette lah yang berhasil mengorbitkan namanya ke puncak popularitas di medio 1990-an.
Duo asal Swedia itu dikenal dunia berkat sejumlah hit, seperti "It Must Have Been Love" yang menjadi lagu tema film "Pretty Woman", juga "The Look" (1989), "Listen to Your Heart" (1988), "Joyride" (1991), serta "Dressed for Success" (1988). (has)