Karaoke Massal, Potret Pesta Milenial

CNN Indonesia | Minggu, 15/12/2019 08:41 WIB
Karaoke Massal, Potret Pesta Milenial Karaoke yang dulu hanya di ruang-ruang privat kini mulai meluas ke bar-bar kecil dengan jadwal padat. Tren ini menjadi potret anak muda masa kini di ibu kota. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berselancar di media sosial belakangan ini kerap kali membuat mata terbawa arus hingga melihat banyak poster atau potret acara karaoke massal di ibu kota.

Hanya dengan melihat saja, sudah langsung terbayang suasana di bar-bar tempat karaoke massal itu digelar. Bak konser, penguasa mikrofon karaoke semacam memimpin paduan suara para pengunjung bar yang menyanyi massal walau tak saling kenal.

Ya, karaoke yang dulu hanya di ruang-ruang privat kini mulai meluas ke bar-bar kecil dengan jadwal begitu padat.


Dalam sepekan, hampir setiap hari terisi dengan agenda malam karaoke. Tiap hari pula, bar-bar yang menggelar karaoke massal itu disesaki pengunjung.

Mereka menikmati malam hingga dini hari, tak peduli dalam beberapa jam lagi harus kembali bekerja. Demi melepas penat, kata mereka.

Oomleo sebagai salah satu pionir tren karaoke massal mengakui bahwa karaoke ini muncul karena kejenuhan masyarakat, tak hanya dengan keseharian, tapi juga perkembangan musik yang stagnan.

"Asumsi gua yang paling dasar adalah orang-orang butuh hiburan dan butuh hal-hal yang sangat menyenangkan, seperti bernyanyi lagu-lagu yang mereka anggap bahwa ini sangat 'sing along.' Itu enggak banyak tersedia saat ini," ujar Oomleo saat berbincang dengan CNNIndonesia.com.

Di tengah kejenuhan itu, anak muda pun mulai berani dengan lantang menyanyikan lagu-lagu yang dulu mereka anggap "norak". Lihat saja saat Oomleo tampil bersama Kangen Band, Radja, ST 12, dan Wali di Synchronize Festival.
Karaoke Massal, Potret Pesta Milenial (Roundup Fokus)Kangen Band tampil di panggung Synchronize Festival bersama Oomleo Berkaraoke. (CNN Indonesia/M Andika Putra)
Anak muda masa kini tumpah ruah, melepaskan ekspresi mereka dengan bernyanyi bersama semua lirik lagu band-band bernapas Melayu itu dengan lancar.

"Tujuannya mereka kan bersenang-senang. Walaupun dalam hal yang sangat guilty pleasure sekali. Guilty pleasure tuh ada pleasure-nya loh. Bersalah, tapi ada rasa senangnya," kata Oomleo.

Bar-bar yang rutin menggelar karaoke, seperti Duck Down, pun mengisi pundi-pundi paling banyak ketika menggelar acara bernyanyi bersama tersebut.
Karaoke Massal, Potret Pesta Milenial (Roundup Fokus)Bar-bar yang rutin menggelar karaoke mengisi pundi-pundi paling banyak ketika menggelar acara bernyanyi bersama tersebut. (CNN Indonesia/Agniya Khoiri)
Perkembangan ini menimbulkan tanda tanya dari kubu pelaku bisnis karaoke keluarga, seperti Inul Vizta, terkait pembayaran royalti dari lagu-lagu yang diputarkan di karaoke massal.

CNNIndonesia.com merangkum seluk beluk tren karaoke massal ini melalui fokus bertajuk Karaoke Massal ala Milenial. Fokus ini akan membahas faktor penyebab perkembangan karaoke massal, dampaknya bagi kejiwaan, industri bisnis, hingga mengukur umur tren ini.

Terlepas dari semua perdebatan yang ada di dalamnya, semua pihak sepakat bahwa karaoke massal ini dapat menjadi potret anak muda ibu kota. (agn/has)