Analisis

Parasite dan Kekuatan Narasi Film

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Senin, 10/02/2020 17:59 WIB
Parasite dan Kekuatan Narasi Film Kemenangan Parasite menjadi Film Terbaik Oscar 2020 memiliki pesan penting bagi seluruh sineas dan industri perfilman di Asia khususnya. (Dok. CJ Entertainment/Korean Film Council)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kemenangan Parasite di Oscar 2020 menjadi momentum baru bagi industri perfilman dunia. Film asal Korea Selatan tersebut berhasil menjadi karya berbahasa non-Inggris pertama yang diakui sebagai yang terbaik di ajang perfilman tertinggi dunia itu.

Namun terlepas dari euforia kemenangan Parasite, yang juga mungkin terasa sebagai kemenangan Korea Selatan dan Asia bagi sebagian pihak, momen itu juga menyelipkan pesan penting.

Parasite membuktikan bahwa film dengan cerita yang kuat akan mampu membuat penonton --terlepas dari batasan apapun seperti bahasa atau pun budaya-- untuk bisa terkoneksi dengan narasi yang disampaikan.


Dengan kata lain Parasite merupakan bukti di era modern bahwa film adalah bahasa budaya dan kemanusiaan yang universal, bisa diterima oleh manusia mana pun, selama dieksekusi dengan tepat dan serius, serta riil dirasakan oleh para penonton.


Hal ini terlihat dari tema yang diangkat Parasite. Sejatinya, film ini hanya mengisahkan dua keluarga dengan taraf sosial-ekonomi yang ekstrem dan cara mereka untuk bertahan hidup.

Namun kisah itu kemudian dikemas dengan konflik yang rumit, tanpa harus membuat penonton mengerutkan dahi. Hal ini terjadi karena Bong Joon-ho dan Han Jin-won menampilkan cerita yang lazim terjadi dalam keseharian.

Ambil contoh ketika Ki-woo dengan sengaja, dan didukung oleh keluarganya, memalsukan dokumen --di warnet pula-- demi mendapatkan pekerjaan.

Penonton tak mesti harus berpendidikan tinggi untuk memahami yang dilakukan keluarga Kim adalah kriminal. Namun aksi itu bisa dibilang lazim dilakukan siapa pun di era kini demi bisa bertahan hidup.

Parasite dan Kemenangan Kekuatan Narasi FilmKemenangan Parasite menjadi Film Terbaik Oscar 2020 memiliki pesan penting bagi seluruh sineas dan industri perfilman di Asia khususnya. (dok. CJ Entertainment/Korean Film Council)

"Parasite menunjukkan kerusakan moral masyarakat. Keluarga Kim sama sekali tak merasa bersalah. Mereka malah melakukan dan mengembangkannya secara natural dan indah," tutur Associate Professor Studi Film Universitas Chapman, Nam Lee, dalam hasil studinya yang dirilis di Busan International Film Festival 2019.

Begitu pula ketika konflik sosial yang terjadi antar keluarga miskin dalam Parasite. Seperti persaingan keluarga Kim dan pasangan Moon-kwang dan Keun-se, untuk bertahan di rumah keluarga Park.

Bong Joon-ho dan Han Jin-won tak membutuhkan imaji liar peperangan luar angkasa atau berbagai teknologi canggih, atau pun adegan perang hebat demi bisa membuat penonton terkecoh dan terperangah.


Keduanya hanya cukup mengambil konflik yang lazim terjadi di masyarakat, menggodok dengan serius, dan tak perlu merasa terbebani tak akan diterima oleh masyarakat di luar masyarakat bahasa asli mereka, Korea Selatan.

Parasite pun sejatinya hanya mengandalkan teks terjemahan, dengan sedikit bumbu kosakata atau istilah bahasa Inggris yang merupakan bahasa internasional, untuk menggapai masyarakat di luar Korea.

Parasite, dengan modalnya yang 'hanya' berupa cerita kuat, mampu membuat para anggota the Academy of Motion Pictures Arts and Sciences (AMPAS) sebagai penyelenggara sekaligus juri Oscar yakin memilih film itu sebagai film terbaik.

Padahal, selama ini untuk bisa dikenal oleh para voter Oscar, pihak sineas atau rumah produksi seringkali melakukan promosi besar-besaran. Ambil contoh film 1917 yang melakukan promosi dan memasang iklan di banyak media Hollywood.

Parasite dan Kemenangan Kekuatan Narasi FilmSutradara dan penulis Parasite, Bong Joon-ho menerima piala Oscar untuk film terbaik. (AP Photo/Chris Pizzello)

Parasite terbilang 'sedikit' melakukan promosi. Bahkan dibanding film nomine Best Pictures lainnya, upaya Parasite bukan lah apa-apa.

Namun kekuatan cerita di dalam film itulah yang menjadi media promosi paling ampuh bagi film ini, karena secara alamiah melahirkan gelombang pujian dari berbagai kalangan.

Kemenangan Parasite yang sekaligus bisa juga disebut keberhasilan Asia berdiri tegak di podium Academy Awards, mestinya juga menjadi pemicu para sineas di Asia untuk menghasilkan film dengan kualitas narasi yang prima meski tak memiliki kapital sebesar Hollywood.

Karena pada akhirnya, penonton akan lebih terkesan dengan film dengan cerita yang meninggalkan rasa, alih-alih hanya mengandalkan rupa dan pamor pemain, kecanggihan teknologi, apalagi cuma gimik marketing belaka.

Selamat, Parasite!


[Gambas:Video CNN]




(end)