Tur ini sendiri dibuka dengan pertunjukan di Sheffield, Inggris pada Selasa (25/02) waktu setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walau dalam bentuk hologram, Houston tetap terlihat lincah menari dan menyanyikan lagu-lagu hitsnya, seperti How Will I Know (1985), Greatest Love of All (1986), dan I Wanna Dance With Somebody (1987).
[Gambas:Twitter]
Namun, konser tersebut mendapatkan kritik dan respon negatif baik dari kalangan pendengar maupun kritikus musik. Banyak pihak menilai menganggap konser ini hanya bertujuan mencari keuntungan dan mengeksploitasi karya Whitney Houston.
"The Whitney Houston Hologram ini terlihat seperti usaha pencarian uang yang putus asa. Pihaknya seharusnya malu." kata seorang penggemar di Twitter.
[Gambas:Twitter]
Kritikus Alum Palmer mengatakan bahwa kehidupan Whitney Houston penuh dengan eksploitasi. "Seperti yang akan dikatakan penggemar film horor kepada Anda, menghidupkan orang mati tidak akan pernah berhasil," katanya.
Ia juga menyarankan untuk "membiarkan bintang yang telah tidur ini untuk berbaring."
Tur hologram mendiang Whitney Houston ini akan terus berlanjut sesuai jadwal dan akan berakhir pada awal bulan April mendatang di Stockholm, Swedia. (gid/end)