Tekan Penyebaran Corona, Prancis Tutup Seluruh Bioskop

CNN Indonesia | Senin, 16/03/2020 11:02 WIB
Tekan Penyebaran Corona, Prancis Tutup Seluruh Bioskop Pemerintah Prancis resmi menutup seluruh bioskop di negara tersebut demi menekan angka penyebaran virus corona yang sudah mencapai lebih dari 4 ribu kasus. (AFP/THOMAS SAMSON)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seluruh bioskop di Prancis mulai ditutup pada tengah malam, Minggu (15/3). Penutupan bioskop berlangsung sesuai dengan arahan pemerintah Prancis yang membatasi pertemuan di tempat umum tak boleh lebih dari 100 orang demi mencegah penyebaran virus corona COVID-19.

Penutupan bioskop secara menyeluruh juga dilakukan setelah Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe menetapkan Prancis masuk tahap tiga yang merupakan status tertinggi terkait virus corona. Hal itu membuat Prancis juga menutup kafe, restoran serta bar-bar.

"Restoran, bioskop, kafe, kelab malam, serta perbelanjaan akan ditutup. Namun, tempat jualan makanan, toko obat, SPBU, bank akan tetap dibuka," kata Edouard Phillipe melalui akun resmi Twitternya.




Virus corona berawal dari Wuhan, China sejak Desember 2019. Virus tersebut kemudian menyebar ke banyak negara di Asia, Eropa, Amerika, serta Australia. Kini, setelah penyebaran di China menurun, Eropa telah dideklarasikan sebagai episentrum COVID-19.

Beberapa negara di Eropa telah menerapkan aturan isolasi (lockdown) demi menekan penyebaran infeksi virus corona, mulai dari Italia, beberapa kota di Spanyol, serta Denmark. Negara seperti Iran, Mongolia, Korea Utara, Filipina (Manila), serta China juga memberlakukan lockdown.

Deadline melaporkan hal tersebut dipastikan akan berdampak pada box office lokal serta dunia. Sebelumnya, para ahli telah memperkirakan box office dunia akan merugi sekitar US$7 miliar atau sekitar Rp249 triliun karena virus corona.

Prancis merupakan box office dunia terbesar kelima pada 2019. Selain Prancis, beberapa negara penyumbang penonton terbanyak di dunia seperti China, Korea Selatan dan Jepang juga telah menutup banyak bioskop sejak Februari demi menekan penyebaran virus yang telah menelan lebih dari 5.800 jiwa di seluruh dunia tersebut.

Berdasarkan data John Hopkins University CSSE, Senin (16/3) pagi, Prancis memiliki 4.513 kasus positif corona dengan 91 orang meninggal dunia dan 12 orang telah sembuh.

Kendati demikian, petinggi Cannes Film Festival menyatakan masih akan mempersiapkan acara tersebut seperti biasa.

Presiden Cannes Film Festival Pierre Lescure mengatakan para petinggi meyakini virus corona akan membaik pada April 2020. Menurutnya, festival film tersebut akan dibatalkan apabila situasi memburuk bulan depan.

Cannes Film Festival 2020 rencananya digelar pada 23-24 Mei di Palais des Festivals et des Congrès, Cannes, Prancis. (chri/end)