Biro Perfilman China mengajukan tawaran ini karena ketersediaan film baru menjadi kendala besar bagi bioskop setelah penayangan sederet karya layar lebar ditunda akibat virus corona.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka pun akan mengizinkan pihak bioskop mengantongi 100 persen pendapatan dari penjualan tiket.
Seorang pejabat eksekutif dari perusahaan pemegang hak cipta film tersebut mengatakan bahwa program bebas pajak ini merupakan cara mereka untuk membantu bioskop China bangkit dari keterpurukan.
"Banyak dari mereka benar-benar berjuang dan hampir bangkrut jika tidak dibantu. Diperlukan upaya yang lebih kreatif dan suportif lagi ke depannya," katanya.
The Hollywood Reporter melaporkan bahwa sejak Rabu (18/3), sebenarnya sudah ada 17 bioskop di daerah pinggiran yang mulai beroperasi. Namun, pendapatan mereka terhitung sangat kecil, hanya 7.606 yuan atau setara Rp16,9 juta secara nasional.
[Gambas:Video CNN]
Biro Perfilman China sendiri sebenarnya sudah mulai menyusun rencana perilisan film lama ini setelah kasus infeksi virus corona di Negeri Tirai Bambu berangsur turun dalam beberapa waktu belakangan.
Perbincangan kian serius setelah China melaporkan tak ada kasus infeksi virus corona baru pada Kamis (19/3), untuk pertama kalinya sejak wabah merebak di Wuhan pada Desember lalu.
Merujuk pada data dari Worldometers, hingga saat ini virus corona di China telah menginfeksi 80.928 orang, 3.245 di antaranya meninggal dunia, sementara 70.420 lainnya sembuh. (has)