Kisah itu diadaptasi menjadi film yang diberi tajuk Kadet 1947. Film ini diproduksi oleh tiga rumah produksi, yaitu Temata Studios, Legacy Pictures dan Screenplay Films.
Sutradara sekaligus penulis naskah, Rahabi Mandra, mengakui bahwa kisah sejarah itu memang tidak populer. Bahkan kisah tersebut tidak ada dalam dalam buku pelajaran sejarah di sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kadet 1947 akan fokus pada perjuangan tujuh kadet. Mereka adalah Sutardjo Sigit (Baskara Mahendra), Mulyono (Kevin Julio), Suharnoko Harbani (Ajil Dito), Bambang Saptoadji (Samo rafael), Kapoet (Fajar Nugra), Dulrachman (Chicco Kurniawan) dan Sutarjo (Wafda Saifan).
"Saat pembacaan naskah kami banyak mengulang (akting), apakah yang kami lakukan sudah sesuai dengan anak muda di tahun 1947. Kalau kami lagi kumpul vibe 1947 terasa," kata Baskara.
Sementara, Samo dan Wafda merasa salah satu kesulitan dalam film ini adalah berbahasa Jawa. Diketahui tujuh kadet tersebut merupakan pasukan di pangkalan udara Magoewo, Yogyakarta.
Lebih lanjut, produser Celerina Judisari menjelaskan syuting di lakukan di salah satu landasan udara yang sudah tidak terpakai di Wonosari, Yogyakarta. Syuting dilakukan mulai awal Maret namun ditunda karena corona.
Ia menjelaskan baru menjalankan tiga hari syuting dari 40 hari syuting yang dijadwalkan. Namun beberapa tim tetap bekerja saat ini sehingga langsung siap syuting saat pandemi corona berakhir.
"Perlu diketahui seharusnya film ini rilis Agustus bersamaan dengan 75 tahun Indonesia merdeka. Dengan kondisi kayak gini mungkin dan tidak mungkin, agak susah mengejar ke sana," kata Celerina.
Selain Habi, film ini juga ditulis dan disutradarai oleh Aldo Swastia. Kemudian selain Celerina, kursi produser juga duduki oleh Tesadesrada Ryza dan Dewi Umaya sebagai co produser.
Aktor yang terlibat dalam film ini juga bukan hanya tujuh nama dia atas. Melainkan juga ada Ibnu Jamil, Tatyana Akman, Lutesha, Mike Lucock dan Indra Pacique. (adp/end)