Kadet 1947, Film Adaptasi dari Sejarah Tak Populer

CNN Indonesia | Kamis, 16/04/2020 09:46 WIB
Poster film Kadet 1947. Film ini merupakan adaptasi dari kejadian nyata, yaitu peristiwa 21 Juli 1947, di mana tujuh kadet Angkatan Udara Republik Indonesua (kini TNI AU) menyerang markas Belanda. Film Kadet 1947 akan mengisahkan peristiwa pada 21 Juli 1947, kala tujuh kadet Angkatan Udara Republik Indonesia (kini TNI AU) menyerang markas Belanda. (dok. Legacy Pictures/Screenplay Films)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tidak semua sejarah di Indonesia dikenal orang. Salah satunya adalah peristiwa pada 21 Juli 1947, di mana tujuh kadet Angkatan Udara Republik Indonesia (kini TNI AU) menyerang markas Belanda.

Kisah itu diadaptasi menjadi film yang diberi tajuk Kadet 1947. Film ini diproduksi oleh tiga rumah produksi, yaitu Temata Studios, Legacy Pictures dan Screenplay Films.

Sutradara sekaligus penulis naskah, Rahabi Mandra, mengakui bahwa kisah sejarah itu memang tidak populer. Bahkan kisah tersebut tidak ada dalam dalam buku pelajaran sejarah di sekolah.


"Karena ini bukan cerita populer, justru daya tariknya ada di situ. Banyak orang yang pengin tahu," kata Habi saat jumpa media melalui video konferensi, Rabu (15/4) sore.

Kadet 1947 akan fokus pada perjuangan tujuh kadet. Mereka adalah Sutardjo Sigit (Baskara Mahendra), Mulyono (Kevin Julio), Suharnoko Harbani (Ajil Dito), Bambang Saptoadji (Samo rafael), Kapoet (Fajar Nugra), Dulrachman (Chicco Kurniawan) dan Sutarjo (Wafda Saifan).

Baskara menjelaskan ia dan aktor lain menjalani pelatihan di TNI AU untuk mengetahui hal teknis dan memahami kondisi saat itu. Mereka juga menjalani sesi dengan pihak yang memahami sejarah.

"Saat pembacaan naskah kami banyak mengulang (akting), apakah yang kami lakukan sudah sesuai dengan anak muda di tahun 1947. Kalau kami lagi kumpul vibe 1947 terasa," kata Baskara.

Sementara, Samo dan Wafda merasa salah satu kesulitan dalam film ini adalah berbahasa Jawa. Diketahui tujuh kadet tersebut merupakan pasukan di pangkalan udara Magoewo, Yogyakarta.

Lebih lanjut, produser Celerina Judisari menjelaskan syuting di lakukan di salah satu landasan udara yang sudah tidak terpakai di Wonosari, Yogyakarta. Syuting dilakukan mulai awal Maret namun ditunda karena corona.

Ia menjelaskan baru menjalankan tiga hari syuting dari 40 hari syuting yang dijadwalkan. Namun beberapa tim tetap bekerja saat ini sehingga langsung siap syuting saat pandemi corona berakhir.

"Perlu diketahui seharusnya film ini rilis Agustus bersamaan dengan 75 tahun Indonesia merdeka. Dengan kondisi kayak gini mungkin dan tidak mungkin, agak susah mengejar ke sana," kata Celerina.

Selain Habi, film ini juga ditulis dan disutradarai oleh Aldo Swastia. Kemudian selain Celerina, kursi produser juga duduki oleh Tesadesrada Ryza dan Dewi Umaya sebagai co produser.

Aktor yang terlibat dalam film ini juga bukan hanya tujuh nama dia atas. Melainkan juga ada Ibnu Jamil, Tatyana Akman, Lutesha, Mike Lucock dan Indra Pacique. (adp/end)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK