"Saya terinspirasi dari banyak film, salah satunya adalah Terminator. Saya juga terinspirasi dari film Prancis La Haine. Budaya-budaya seperti musik hip-hop graffiti, serta fesyen jalanan sangat memengaruhi saya," kata Yoon Sung-hyun.
Film-film itu terutama Terminator amat memengaruhi Time to Hunt. Sutradara Yoon mengatakan Time to Hunt merupakan film distopia yang dipadukan dengan unsur thriller.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gambaran seperti itu ia temukan dalam sosok aktor Park Hae-soo. Keputusan itu diambil setelah menyaksikan kemampuan akting aktor kelahiran 21 November 1981 itu dalam sejumlah film dan drama.
Park Hae-soo sebelumnya sempat membintangi By Quantum Physics: A Nightlife Venture yang membuatnya menjadi Aktor Baru Terbaik versi Blue Dragon Film Awards 2019.
Ia juga bermain dalam drama Prison Playbook, The Legend of the Blue Sea, serta Six Flying Dragons.
Referensi-referensi tersebut menjadi salah satu yang menarik perhatian art director Kim Bo-mook. Setelah melihat video ide awal Time to Hunt, ia langsung memutuskan ikut dan bangga bergabung proyek tersebut.
"Kami tak hanya mendesain sebuah ruang kecil untuk Time to Hunt. Kami harus membuat sebuah dunia baru yang melibatkan semua tim. Sehingga penonton bisa merasakan sesuatu yang baru sekaligus familiar di waktu bersamaan," kata Kim Bo-mook.
Time to Hunt resmi dirilis secara global pada 23 April. Film yang dibintangi Lee Je-hoon, Choi Woo-shik, Ahn Jae-hong, serta Park Jung-min ini bisa disaksikan di Netflix.
[Gambas:Youtube]
(chri/end)