Buku Baru tentang Melania Trump Bocorkan Perjanjian Pranikah

CNN Indonesia | Senin, 15/06/2020 04:52 WIB
US President Donald Trump and First Lady Melania Trump observe a moment of silence on the South Lawn of the White House to mark the 18th anniversary of the 9/11 attacks, on September 11, 2019, in Washington, DC. (Photo by Nicholas Kamm / AFP) Presiden AS Donald Trump bersama istrinya Melania saat memperingati 18 tahun tragedi 9/11, Washington DC, 11 September 2019. (AFP/Nicholas Kamm)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah buku yang ditulis seorang jurnalis Washington Post, Mary Jordan bakal mengungkap salah satunya soal status perjanjian pranikah antara Melania dengan Donald Trump. Informasi ini adalah bagian dari yang akan dibeberkan Mary dalam buku biografi Melania Trump, istri Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Buku yang ditulis Mary itu rencanakan diluncurkan pada pekan depan. Dalam buku bertajuk "The Art of Her Deal: The Untold Story of Melania Trump" diungkap bahwa negosiasi ulang perjanjian pranikah jadi alasan penundaan kepindahan Melania dari Kota New York ke Gedung Putih di Washington DC pada 2017 lalu.

Penulis buku, Mary Jordan mengutip sumber yang dekat dengan Trump mengatakan bahwa niat Melania mengubah perjanjian pranikah itu untuk memastikan status dan kedudukan Barron dalam tatanan ahli waris. Berdasar pada lebih dari seratus wawancara, buku itu menyebut Melania perlu waktu untuk menenangkan diri setelah dugaan perselingkuhan Donald Trump.


Menurut Jordan, tiga orang dekat Trump membeberkan bahwa perjanjian pranikah baru itu untuk memastikan bahwa Barron tak akan dikeluarkan dari bisnis keluarga.

"Dia [Melania] ingin bukti secara tertulis bahwa mengenai peluang bisnis dan warisan, Barron akan diperlakukan setara dengan tiga anak tertua Trump," tulis Jordan dikutip dari CNN.

Donald Trump sebelumnya berkali-kali mengutarakan secara terbuka dukungannya terhadap gagasan perlindungan hak kekayaan melalui perjanjian pranikah.

"Saya adalah orang percaya perjanjian pranikah, meskipun itu dokumen yang mengerikan. Saya sangat percaya pada hal-hal itu," kata Trump pada CNN.

Sementara itu, Kepala Staf Melania Trump, Stephanie Grisham menampik informasi mengenai negosiasi ulang perjanjian pranikah tersebut. Ia menjelaskan, keterlambatan Melania pindah ke Gedung Putih hanya karena kendala persiapan.

"Lagi, ada buku lain tentang Melania Trump dengan informasi dan sumber-sumber palsu. Buku ini termasuk dalam genre fiksi," kata Stephanie Grisham.

Ia pun menambahkan, keterlambatan kepindahan Melania itu juga karena istri Donald Trump tersebut menginginkan kehidupan Barron senormal mungkin. Melania ingin memastikan pendidikan Barron. Sebab saat Trump memenangi pemilihan Presiden Amerika Serikat, anaknya itu masih berusia 10 tahun dan belum menyelesaikan pendidikan di New York.

(mln/NMA)

[Gambas:Video CNN]