Beyonce-Jay Z Digugat Pelanggaran Hak Cipta Black Effect

CNN Indonesia | Rabu, 17/06/2020 20:48 WIB
Beyonce dan Jay-Z di video musik 'Apes**t'. Pasangan musisi Beyonce dan Jay-Z digugat atas pelanggaran hak cipta terhadap lagu Black Effect yang dirilis pada 2018 lalu oleh musisi asal Jamaica. (Screenshot via Youtube/@Beyoncé)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pasangan musisi Beyonce dan Jay-Z digugat atas pelanggaran hak cipta terhadap lagu Black Effect yang dirilis pada 2018 lalu.

Penyanyi Jamaika Dr. L'Antoinette Stines mengklaim bahwa dirinya tak pernah mendapat pengakuan secara jelas atau menerima kompensasi yang layak setelah mengisi vokal di lagu tersebut.

Dia mengatakan bahwa dirinya terkenal di Jamaika berkat karya dan pendapatnya. Kemudian pada Maret 2018, pasangan The Carters tersebut mencari dirinya untuk menyediakan penari yang akan digunakan dalam video promosi tur.


Menurut dokumen gugatan yang diperoleh TMZ dan telah didaftarkan di pengadilan federal pada Selasa (16/6), Dr Stines mengatakan dia awalnya membantu Bey-Jay untuk bertemu dengan para penari.

Namun kedua musisi itu ternyata juga ingin merekam pandangannya soal cinta. Pandangan itu yang kemudian digunakan untuk mengisi lagu Black Effect.

Dr. Stines pun mengklaim bahwa dia diberitahu bahwa wawancara itu akan digunakan dalam video, hanya untuk tujuan promosi.

Dalam dokumen hukum, dia pun mengaku terkejut ketika mendengar lagu Black Effect di album Everything is Love (2018) milik The Carters, karena seluruh menit pertama lagu itu berisi suaranya.

Merasa tak sesuai kesepakatan awal, Dr. Stines lantas membawa hal ini ke ranah hukum. Dia juga menuduh perwakilan The Carters sempat mengatakan kepadanya untuk tidak khawatir karena wawancara itu hanya akan digunakan untuk promosi.

Kala itu, ia menandatangani perjanjian dan mengaku kesal karena tak punya kesempatan meminta hal tersebut ditinjau oleh pengacaranya sendiri. Selain itu, yang terburuk katanya, ia mengaku belum dibayar sepeser pun.

Kini, dia menuntut Jay dan Bey atas pelanggaran hak cipta dan pelanggaran hak atas publisitas. Dia juga menginginkan kredit penulisan, dan segala sesuatu yang didapat berkat itu, termasuk royalti.

Sejauh ini, pihak Beyonce maupun Jay-Z belum menanggapi gugatan tersebut.

[Gambas:Youtube]



(agn/end)